Search for collections on Undip Repository

PERAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DALAM MENYELESAIKAN PROSES JUAL BELI YANG PEMILIK TANAHNYA SUDAH MENINGGAL (Studi Kasus Di Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora)

Liastikha, Vieka Oktanie and Silviana, Ana (2024) PERAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DALAM MENYELESAIKAN PROSES JUAL BELI YANG PEMILIK TANAHNYA SUDAH MENINGGAL (Studi Kasus Di Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora). Masters thesis, FAKULTAS HUKUM.

[thumbnail of Vieka Oktanie Liastikha (11000221410031) tesis lengkap 2024.pdf] Text
Vieka Oktanie Liastikha (11000221410031) tesis lengkap 2024.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Peneliti melakukan studi kasus di Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora dimana ada jual beli tanah beserta bangunannya yang dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dari pihak kedua ke pihak ketiga, pihak ketiga hendak membuat AJB di PPAT dan membalik nama sertipikat tersebut namun terkendala dengan sertipikat yang tidak atas nama penjual atau pihak kedua melainkan atas nama pemilik pertama yang sudah meninggal dan tinggal diluar kota hingga proses jual beli bersangkutan dengan ahli waris dari pemilik tanah namun ada ahli waris yang tidak mau mengakui adanya jual beli tanah yang kenyataannya memang benar terjadi jual beli pada tahun 2017 oleh pihak kedua dari pembeli yang sudah meninggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kendala PPAT dalam membuatkan AJB dan peran PPAT dalam menyelesaikan kasus jual beli yang pemilik tanahnya sudah meninggal di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Spesifikasi pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Sumber dan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi lapangan dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu (1) Kendala PPAT dalam membuatkan Akta Jual Beli yang pemilik tanahnya sudah meninggal di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora adalah sertipikat tanah yang diperjualbelikan bukan atas nama penjual melainkan pemilik yang sudah meninggal sehingga tidak bisa dibuatkan AJB seketika itu dan menghambat proses balik nama sertipikat serta adanya hambatan dari ahli waris yang tidak mau dimintai bantuan untuk proses pelepasan haknya melalui jual beli (2) Peran PPAT dalam menyelesaikan kasus jual beli yang pemilik tanahnya sudah meninggal di Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora adalah PPAT melakukan mediasi dengan ahli waris pemilik tanah untuk melakukan pelepasan hak melalui jual beli serta memberi saran hukum bila ahli waris tetap kokoh dengan pendirian tidak mau melepaskan hak yang jelas sudah terjadi antara ayah ahli waris dengan pihak kedua. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kendala yang dialami PPAT dalam membuat AJB adalah sertipikat tanah yang hendak dibalik nama bukan atas nama penjual melainkan pihak pertama pemilik rumah, kesulitan bertemu dengan ahli waris dan tidak diakuinya adanya jual beli oleh ahli waris namun PPAT dapat menyelesaikan proses jual beli tanah tersebut dengan mendatangkan ahli waris dan memberi saran hukum untuk minta penetapan pengadilan apabila ahli waris tidak mau membantu kelancaran jual beli tersebut dan selanjutnya tanah dapat di balik nama setelah pembuatan AJB oleh PPAT.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Master Program in Notary
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 20 Aug 2025 10:24
Last Modified: 20 Aug 2025 10:24
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37152

Actions (login required)

View Item View Item