Septesha, Widya Ade and Priyono, Ery Agus (2024) TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP HIBAH HARTA WARISAN ORANG TUA ANGKATNYA DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA BARAT DAN HUKUM ADAT. Masters thesis, FAKULTAS HUKUM.
|
Text
Widya Ade Septesha (11000222410105) tesis lengkap 2024.pdf Restricted to Repository staff only Download (572kB) |
Abstract
Staatsblad Nomor 129 Tahun 1917 menyebutkan pengangkatan anak harus menggunakan akta Notaris. Sedangkan, dalam hukum adat pengangkatan anak hanya dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. Hukum Perdata Barat, tidak mengatur tentang hak waris anak angkat tetapi memuat hak-hak ahli waris atas bagian tertentu dari harta peninggalan dengan istilah “Legitieme Portie. Hukum adat, dalam pewarisan anak angkat diberikan hak yang sama dengan anak kandung, tetapi ada pula yang memberikan hak terhadap anak angkat dengan bagian yang berbeda. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kedudukan anak angkat terhadap hibah harta warisan orang tua angkatnya dalam perspektif hukum perdata barat dan hukum adat serta bagaimanakah perlindungan hukum anak angkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menganalisis kedudukan anak angkat terhadap penerimaan hibah harta orang tua angkatnya dalam perspektif hukum perdata serta untuk mengetahui serta menganalisis perlindungan hukum anak angkat terhadap hibah harta warisan orang tua angkatnya. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Spesifikasi penelitian dengan deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah hak waris anak angkat hanya berlaku jika pengangkatan anak dilakukan secara sah menurut hukum yaitu melalui penetapan pengadilan. Untuk memperoleh kepastian hukum anak angkat harus melalui penetapan Pengadilan jika hanya melalui akta notaris tidak cukup, harus dilanjutkan dengan penetapan pengadilan agar hak-hak anak angkat dijamin oleh hukum. Kenyataannya pada masyarakat adat masih melaksanakan pengangkatan anak secara adat kebiasaan, hal ini disebabkan adat kebiasaan yang sudah tertanam karena diperoleh secara turun temurun, serta ketaatan terhadap adatnya masing-masing. Perlindungan hukum hak waris anak angkat yaitu anak angkat masih memiliki hak untuk mendapatkan bagian dari harta warisan melalui hibah atau wasiat wajibah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 20 Aug 2025 10:21 |
| Last Modified: | 20 Aug 2025 10:21 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37151 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
