Search for collections on Undip Repository

KEKUATAN EKSEKUSI AKTA JAMINAN FIDUSIA DALAM HAL NOTARIS MEMBUAT AKTA MELEBIHI BATAS WAJAR

SAMPURNA, PUTRI SARI AGENG JAYA and BADRIYAH, SITI MALIKHATUN (2024) KEKUATAN EKSEKUSI AKTA JAMINAN FIDUSIA DALAM HAL NOTARIS MEMBUAT AKTA MELEBIHI BATAS WAJAR. Masters thesis, FAKULTAS HUKUM.

[thumbnail of Putri Sari Ageng Jaya Sampurna (11000223410005)_Tesis Lengkap 2024.pdf] Text
Putri Sari Ageng Jaya Sampurna (11000223410005)_Tesis Lengkap 2024.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Peraturan Dewan Kehormatan Pusat Ikatan Notaris Indonesia No.1 Tahun 2017 pada Pasal 2 menyebutkan bahwa Batas Kewajaran dalam pembuatan akta oleh Notaris sebagai anggota Perkumpulan adalah 20 (dua puluh) akta per hari. Pembuatan akta melebihi batas wajar menimbulkan potensi akta kehilanggan keotentikannya atau mengalami pendegredasian akta. Pada faktanya sendiri sebagaimana diungkap pada acara Rapat Pleno Pusat yang Diperluas (RP3YD) sekaligus pembekalan dan penyegaran Pengetahuan bagi Ikatan Notaris Indonesia (INI) akhir Januari 2018 di Solo, bahwa terdapat notaris yang membuat sampai 2000 akta per-bulan atau kurang lebih 66 akta per-hari, hal ini menujukan adanya kesenjangan antara das sollen dan das sein. Permasalahan hukum yang berpotensi timbul dari adanya kesenjangan das sollen dan das sein sebagaimana dipaparkan di atas adalah potensi hilangnya keotentikan akta fidusia. Tujuan penelitian ini adalah kekuatan eksekusi akta jaminan fidusia yang dibuat notaris dalam keadaan melebihi batas kewajaran pembuatan akta dan tanggung jawab notaris terhadap hambatan proses eksekusi jaminan fidusia dikarenakan membuat akta melebihi batas wajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Spesifikasi yang digunakan pada penelitian tesis ini yaitu deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dalam penulisan hukum ini menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan yaitu kualitatif. Hasil Penelitian Pembuatan akta melebihi batas wajar adalah bagian dari pelanggaran kode etik sehingga tidak bisa dijadikan alasan dalam membatalkan atau mendegredasi akta. Pendegredasian atau pembatalan akta karena pembuatan akta melebihi batas wajar dimungkinkan jika perbuatan tersebut disertai dengan perbuatan melawan hukum dengan syarat sudah ada putusan hakim berkekuatan hukum tetap, sebelum itu maka sertifikat jaminan fidusia tetap berlaku dan eksekusi tetap dijalankan. Notaris tidak dikenakannya pertanggung jawaban perdata pada notaris dalam hal pembuatan akta melebihi batas wajar notaris tidak menghilangkan kemungkinan pengenaan sanksi etik oleh dewan kehormatan Notaris.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Master Program in Notary
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 20 Aug 2025 03:04
Last Modified: 20 Aug 2025 03:04
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37065

Actions (login required)

View Item View Item