Search for collections on Undip Repository

TINJAUAN HUKUM TERHADAP AKTA NOTARIS SEBAGAI SYARAT KEABSAHAN DALAM PELAKSANAAN TRANSPLANTASI ORGAN GINJAL

Prihandini, Nadia Aurynnisa and Priyono, Ery Agus (2024) TINJAUAN HUKUM TERHADAP AKTA NOTARIS SEBAGAI SYARAT KEABSAHAN DALAM PELAKSANAAN TRANSPLANTASI ORGAN GINJAL. Masters thesis, FAKULTAS HUKUM.

[thumbnail of 1. COVER - HALAMAN PENGESAHAN_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
1. COVER - HALAMAN PENGESAHAN_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf

Download (840kB)
[thumbnail of 2. SURAT PERNYATAAN - KATA PENGANTAR_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
2. SURAT PERNYATAAN - KATA PENGANTAR_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf

Download (880kB)
[thumbnail of 3. ABSTRAK_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
3. ABSTRAK_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf

Download (840kB)
[thumbnail of 4. DAFTAR ISI_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
4. DAFTAR ISI_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf

Download (878kB)
[thumbnail of 5. BAB I_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
5. BAB I_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf

Download (916kB)
[thumbnail of 6. BAB II_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
6. BAB II_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf

Download (943kB)
[thumbnail of 7. BAB III_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
7. BAB III_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (958kB)
[thumbnail of 8. BAB IV_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
8. BAB IV_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (963kB)
[thumbnail of 9. DAFTAR PUSTAKA_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf] Text
9. DAFTAR PUSTAKA_Nadia Aurynnisa Prihandini (11000222410015).pdf

Download (966kB)

Abstract

Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 di dalam Pasal 64 ayat (3) jelas melarang jual beli organ tubuh dengan alasan apapun. Namun, mencari donor organ untuk transplantasi tidaklah instan. Kebanyakan pendonor berasal dari anggota keluarga dekat atau mereka yang mempunyai hubungan darah dengan penerima. Untuk mencegah perdagangan organ, diberlakukan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 38 Tahun 2016 pasal 24 ayat (1) huruf d yang menyatakan bahwa penerima/resipien harus memberikan pernyataan tertulis bahwa mereka tidak membeli organ dari pendonor atau membuat perjanjian khusus. Akta notaris menjadi penting dalam konteks ini karena sebagai akta otentik yang mempunyai kekuatan pembuktian sempurna akan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang tekait dengan proses transplantasi ginjal. Notaris hanya sekedar mengkonstatir apa yang menjadi keinginan penghadap atau apa yang dinyatakan penghadap ke dalam akta notaris. Kebenaran pernyataan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penghadap dan menjadi tanggung jawab para pihak untuk jujur. Hal ini tidak menjamin transaksi ilegal tidak akan terjadi, masih ada celah untuk melakukan perjanjian yang bersifat transaksional. Menghadap ke notaris untuk dibuatkan akta transplantasi ginjal hanya sebagai formalitas agar proses transplantasi ginjal berjalan dengan lancar. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk meneliti hal itu, karena ada fakta yang tidak sesuai dengan apa yang dinyatakan di hadapan notaris dan ketentuan yang sudah diatur dalam undangundang. Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana formulasi akta notaris yang digunakan sebagai syarat keabsahan dalam proses pelaksanaan transplantasi organ ginjal benar secara formil dan materiil dan bagaimana akibat hukumnya pelaksanaan transplantasi ginjal yang telah dilakukan apabila di kemudian hari akta notaris tersebut terbukti tidak benar secara materiil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris, jenis data yang digunakan adalah data primer, Teknik pengumpulan data dengan penelitian wawancara, teknik analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa untuk meminimalisir terjadinya transaksi jual beli organ, dapat dengan menambahkan Berita Acara Sumpah kebenaran atas pernyataan para pihak yang dibuat oleh instansi keagamaan berwenang dalam akta notaris transplantasi ginjal. Tidak terpenuhinya syarat materiil karena adanya kecurangan karena memuat keterangan yang tidak benar maka akta menjadi batal demi hukum karena tidak memenuhi syarat obyektif sahnya perjanjian dalam Pasal 1320 KUH Perdata. Lalu, akibat hukum jika ketidakbenaran pernyataan para pihak dalam akta tersebut terjadi sebelum dilakukan transplantasi maka transplantasi ginjal dapat batal dilaksanakan karena tidak memenuhi syarat formal adanya akta notaris, akan tetapi jika terbukti setelah pelaksanaan transplantasi organ maka transplantasinya tetap sah karena dilaksanakan berdasar syarat-syarat masih benar dan sesuai ketentuan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Master Program in Notary
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 20 Aug 2025 02:35
Last Modified: 20 Aug 2025 02:35
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/37046

Actions (login required)

View Item View Item