Search for collections on Undip Repository

PROFIL DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PETUGAS CENTRAL STERILE SUPPLY DEPARTMENT RSUP DR. KARIADI SEMARANG (Studi Prevalensi, Uji Tempel dan Analisis Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian DKAK)

Emanuela, Devina Dea and Ametati, Holy and Kusumaningrum, Novi (2025) PROFIL DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PETUGAS CENTRAL STERILE SUPPLY DEPARTMENT RSUP DR. KARIADI SEMARANG (Studi Prevalensi, Uji Tempel dan Analisis Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian DKAK). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK TESIS DKAK PADA PETUGAS CSSD] Text (ABSTRAK TESIS DKAK PADA PETUGAS CSSD)
ABSTRAK TESIS DKAK PADA PETUGAS CSSD.pdf

Download (187kB)

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah reaksi kulit inflamasi yang disebabkan karena paparan terhadap faktor tertentu dalam pekerjaan. Petugas Central Sterile Supply Department (CSSD) memiliki risiko tinggi terkena DKAK karena bekerja dalam lingkungan yang tinggi paparan agen iritan dan alergen, namun penelitian mengenai DKAK pada petugas CSSD masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko DKAK pada petugas CSSD RSUP dr. Kariadi serta mengetahui profil alergen penyebab.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 59 petugas CSSD. Data didapatkan menggunakan perangkat kuisioner Nordic Occupational Skin Questionnaire (NOSQ) 2002 yang dimodifikasi dan penegakkan diagnosis DKAK menggunakan kriteria Mathias. Petugas dengan DKAK dilakukan uji tempel untuk mengidentifikasi alergen penyebab.
Hasil: Didapatkan 24 subyek menderita DKAK dengan angka prevalensi 40,7%. Analisis multivariat menunjukkan jenis kelamin merupakan faktor risiko paling dominan terhadap DKAK, diikuti oleh riwayat atopi dan lama bekerja. Uji tempel menunjukkan hasil positif pada 19 subyek dengan alergen yang paling banyak memberikan hasil positif adalah Benzalkonium Klorida 0,5% diikuti Mercaptobenzothiazole 2%, Tetramethylthiuram disulfide 1%, Nikel sulfat 1% dan Natrium Hipoklorit 1%.
Kesimpulan: Petugas CSSD memiliki prevalensi DKAK yang cukup tinggi dengan berbagai faktor risiko yang mempengaruhinya. Hasil uji tempel yang positif menunjukkan tingginya paparan. Penelitian ini menyoroti pentingnya identifikasi faktor risiko dan penyebab dalam upaya pencegahan DKAK bagi petugas CSSD. Prevalensi setinggi 40,7% menunjukkan bahwa CSSD merupakan departemen berisiko tinggi, yang mungkin memerlukan intervensi kesehatan kerja yang lebih terarah dibandingkan dengan lingkungan pelayanan kesehatan secara umum.
Kata Kunci: DKAK, CSSD, uji tempel

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: DKAK, CSSD, uji tempel
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 14 Aug 2025 08:13
Last Modified: 14 Aug 2025 08:13
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/36800

Actions (login required)

View Item View Item