Zahra, Arsya Yustisia and Roisah, Kholis (2025) STATUS HUKUM HAK CIPTA SEBAGAI HARTA BERSAMA DALAM IKATAN PERKAWINAN. Masters thesis, FAKULTAS HUKUM.
|
Text
1. COVER - HALAMAN PENGESAHAN_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Download (275kB) |
|
|
Text
2. SURAT PERNYATAAN - KATA PENGANTAR_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
3. ABSTRAK_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Download (12kB) |
|
|
Text
4. DAFTAR ISI_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Download (52kB) |
|
|
Text
5. BAB I_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Download (402kB) |
|
|
Text
6. BAB II_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
7. BAB III_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Restricted to Repository staff only Download (375kB) |
|
|
Text
8. BAB IV_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Restricted to Repository staff only Download (15kB) |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA_Arsya Yustisia Zahra_11000223410108.pdf Download (183kB) |
Abstract
Hak cipta merupakan kreatifitas buah dari pikiran yang diciptakan pencipta yang mengandung hak moral dan hak ekonomi. Karya cipta sebagai harta kekayaan (property) yang dihasilkan dalam ikatan perkawinan, akan menjadi masalah ketika perkawinan itu selesai karena dianggap sebagai harta bersama sebagaimana diatur dalam berbagai sistem hukum, seperti hukum Islam, hukum perdata, dan hukum adat. Pluralisme hukum pada hukum perkawinan tersebut berimbas pada status hak cipta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum hak cipta sebagai harta bersama dalam ikatan perkawinan dan pembagian manfaat ekonomi hasil hak cipta setelah perkawinan berakhir. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan yang selanjutnya dianalisis dengan analisis kualitatif. Berdasarkann hasil penelitian, status kepemilikan hak cipta dalam perkawinan dipengaruhi oleh sistem hukum yang berlaku. Menurut hukum islam, hasil karya cipta yang dihasilkan selama perkawinan merupakan harta bersama (syirkah). Menurut hukum perdata, hak cipta yang dihasilkan selama perkawinan masuk dalam harta bersama berdasarkan asas persatuan harta, baik yang diperoleh sebelum maupun selama perkawinan, kecuali telah dibuat perjanjian kawin. Hukum adat mengakui royalti dari hak cipta sebagai harta gono-gini selama diperoleh dalam masa perkawinan. Ketiga sistem hukum tersebut sepakat bahwa hak cipta yang dihasilkan selama perkawinan pada prinsipnya menjadi harta bersama, kecuali diatur berbeda melalui perjanjian kawin. Pembagian manfaat ekonomi hasil karya cipta setelah perkawinan berakhir juga mengikuti ketentuan ketiga sistem hukum tersebut. Menurut hukum islam, royalti yang diperoleh selama perkawinan dibagi setara, masing-masing pihak memperoleh setengah bagian. Menurut hukum perdata, pembagian manfaat ekonomi karena harta bersama dibagi dua, dan hukum adat meskipun tidak mengenal intangible, royalti sebagai bagian dari harta bersama wajib dibagi berdasarkan prinsip kesetaraan. Hak moral yang bersifat abadi dan tidak dapat dialihkan tetap menjadi milik pencipta di semua sistem hukum. Pembagian manfaat ekonomi dilakukan secara adil dengan memperhatikan kontribusi masing-masing pihak selama perkawinan untuk memastikan keadilan dalam hasil pembagian.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 13 Aug 2025 11:05 |
| Last Modified: | 13 Aug 2025 11:05 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/36768 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
