Nadifa, Anisa and Priyono, Ery Agus (2025) ANALISIS KEADILAN TERHADAP PEMBAGIAN HIBAH TIDAK SETARA PADA PEMBATALAN AKTA HIBAH TANAH YANG DIBUAT OLEH PPAT. Masters thesis, FAKULTAS HUKUM.
|
Text
1.Cover - Pengesahan_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
2.Pernyataan_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
3.Kata Pengantar_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
4.Abstrak_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (65kB) |
|
|
Text
5.Daftar Isi_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
6.Bab I_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
7.Bab II_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
8.Bab III_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Restricted to Repository staff only Download (428kB) |
|
|
Text
9.Bab IV_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Restricted to Repository staff only Download (126kB) |
|
|
Text
10.Daftar Pustaka_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Download (274kB) |
|
|
Text
11.Lampiran_Anisa Nadifa 11000223410002.pdf Restricted to Repository staff only Download (185kB) |
Abstract
Hibah sebagaimana dimaksud pada Pasal 1666 KUH Perdata sebagai pemberian suatu benda oleh pemberi hibah kepada penerima hibah secara cuma- cuma tanpa mengharapkan imbalan ketika pemberi hibah masih hidup. Hibah dalam prakteknya sering kali menimbulkan sengketa yang berakibat merugikan salah satu pihak seperti pada fenomena di Malang menggambarkan pembagian hibah antara orang tua sebagai pemberi hibah menghibahkan hartanya tidak merata kepada salah satu anaknya yang menimbulkan ketidakadilan diantara anak-anak lainnya. Ketidakadilan ini berpotensi melanggar Pasal 914 KUH Perdata yang mengatur bagian mutlak (legitime portie) yang diterima setiap anak tidak boleh melebihi 1/3 bagian harta yang dihibahkan.
Penelitian ini membahas mengenai analisis keadilan terhadap pembagian hibah tidak setara pada pembatalan akta hibah tanah oleh PPAT dan upaya hukum pembagian hibah tidak setara terhadap pihak-pihak yang dirugikan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. Spesifikasi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan dianalisis melalui pendekatan kualitatif. Sumber dan jenis data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari studi literatur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian hibah tidak merata melanggar prinsip keadilan dan hak ahli waris lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 914 KUH Perdata. Akibatnya, penerima hibah yang merasa dirugikan dapat menempuh upaya hukum, baik secara preventif melalui pembuatan akta hibah oleh PPAT dan kesepakatan tertulis, maupun secara represif melalui jalur litigasi. Kasus sengketa hibah di Malang ini dapat menggunakan mekanisme inkorting (pengurangan hibah) untuk menyesuaikan hibah yang melebihi batas bagian mutlak.
Simpulan penelitian ini adalah pembagian hibah harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keadilan agar tidak menimbulkan konflik keluarga. Penulis memberikan saran yaitu sebelum mengesahkan akta hibah, PPAT harus memeriksa apakah hibah yang diberikan tidak melanggar hak ahli waris lain dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 11 Aug 2025 05:40 |
| Last Modified: | 11 Aug 2025 08:43 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/36611 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
