Search for collections on Undip Repository

ANGKA KEJADIAN DAN ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA FINISHING MEBEL KAYU (Studi Uji Tempel terhadap Alergen Formaldehyde 1%, Isothiazolinone 0,2 %, Cobalt Chloride 1%, dan Colophony 20% di PT. PIKA Imbon Semarang)

Faustinawati, Belinda and Malik, Diah Adriani and Afriliana, Liza (2025) ANGKA KEJADIAN DAN ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA FINISHING MEBEL KAYU (Studi Uji Tempel terhadap Alergen Formaldehyde 1%, Isothiazolinone 0,2 %, Cobalt Chloride 1%, dan Colophony 20% di PT. PIKA Imbon Semarang). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK TESIS DR. BELINDA] Text (ABSTRAK TESIS DR. BELINDA)
ABSTRAK TESIS DR. BELINDA.pdf

Download (178kB)

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) merupakan jenis penyakit kulit akibat kerja yang disebabkan agen eksogen tertentu di tempat kerja. Pekerja finishing mebel kayu memiliki prevalensi tertinggi DKAK pada pekerja konstruksi, karena tingginya paparan terhadap agen alergen dan/ atau iritan, namun penelitian mengenai DKAK pada pekerja finishing kayu masih terbatas.

Tujuan: Mengetahui angka kejadian dan faktor -faktor yang berhubungan terhadap DKAK pada pekerja finishing mebel kayu di PT. PIKA Imbon Semarang.

Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 36 pekerja finishing mebel kayu. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner Nordic Occupational Skin Questionnaire (NOSQ)-2002 yang dimodifikasi untuk mengetahui faktor berhubungan dengan penegakan diagnosis DKAK menggunakan kriteria Mathias. Uji tempel dilakukan untuk memenuhi salah satu kriteria Mathias.

Hasil: Sebanyak 21 subjek terdiagnosis DKAK dengan angka kejadian 58,3%. Anaisis univariat menunjukkan bahwa usia, lama bekerja, dan riwayat dermatitis atopik merupakan faktor risiko terjadinya DKAK. Analisis multivariat menunjukkan usia adalah faktor risiko kuat terhadap terjadinya DKAK. Hasil uji tempel positif didapatkan pada 20 subjek dengan alergen yang paling banyak memberikan hasil positif adalah Cobalt Chloride 1% diikuti Colophony 20%, Formaldehyde 1%, Isothiazolinone 0,2%.

Kesimpulan: Pekerja finishing kayu menunjukkan angka kejadian DKAK relatif tinggi dengan berbagai faktor risiko yang mempengaruhinya. Hasil positif pada uji tempel mencerminkan tingkat paparan. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya mengidentifikasi faktor risiko dan agen penyebab dalam upaya pencegahan DKAK pada pekerja finishing kayu

Kata Kunci: DKAK, finishing mebel kayu, uji tempel, formaldehyde 1%, Isothiazolinone 0,2 %, Cobalt Chloride 1%, Colophony 20%

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: DKAK, finishing mebel kayu, uji tempel, formaldehyde 1%, Isothiazolinone 0,2 %, Cobalt Chloride 1%, Colophony 20%
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 19 Aug 2025 08:02
Last Modified: 19 Aug 2025 08:02
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/36601

Actions (login required)

View Item View Item