Mayasari, Dian Zura and Rozah, Umi and Sutanti, Rahmi Dwi (2025) KAJIAN YURIDIS PENERAPAN RECHTERLIJK PARDON OLEH HAKIM DALAM TINDAK PIDANA ANAK (ANALISIS PUTUSAN NOMOR 2/PID.SUS-ANAK/2021/PN.RGT.). _032 PDN 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
DIAN ZURA MAYASARI_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (721kB) |
|
|
Text
DIAN ZURA MAYASARI_ABSTRAKSI.pdf Download (50kB) |
|
|
Text
DIAN ZURA MAYASARI_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (217kB) |
|
|
Text
DIAN ZURA MAYASARI_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (352kB) |
|
|
Text
DIAN ZURA MAYASARI_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (326kB) |
|
|
Text
DIAN ZURA MAYASARI_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (52kB) |
|
|
Text
DIAN ZURA MAYASARI_DAFPUS.pdf Download (190kB) |
Abstract
Perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dijamin kedudukannya oleh Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dari proses penyelidikan, penyidikan, persidangan sampai tahap pembinaan dan pembimbingan. Hal ini dimungkinkan karena keberadaannya yang sangat rentan terhadap diskriminasi, dan penghindaran dari pengaruh negatif dari proses peradilan baik dari segi fisik maupun emosional. Selain diversi, Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 juga secara eksplisit mengatur terkait rechterlijk pardon yang mana memberi kemungkinan bahwa untuk tidak menjatuhkan pidana pada anak yang terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana. Tujuan yang hendak penulis capai dalam penelitian ini yaitu pertama, menganalisis formulasi Pasal 70 terkait rechterlijk pardon dalam UU SPPA, kedua menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Rgt. Metode pendekatan yang diguakan, yaitu dengan metode pendekatan yuridis normatif, dimana data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif analitis. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang diperoleh akan dianalisis kembali lalu diambil kesimpulan.
Hasil penelitian diperoleh bahwa formulasi Pasal 70 UU SPPA bisa dilihat dari tiga parameter, yaitu melalui landasan filosofis, landasan yuridis, dan landasan sosiologis. Pada putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Rgt. hakim telah mempertimbangkan menerapkan rechterlijk pardon mengingat terpenuhinya lima komponen dalam rumusan Pasal 70 UU SPPA. Namun, pembaruan aturan materiil dan formiil terkait dengan penerapan rechterlijk pardon dalam praktik peradilan pidana anak dianggap perlu agar sistem hukum dapat terus beradaptasi dan menjawab tantangan yang ada di masyarakat.
Kata Kunci: Rechterlijk Pardon, Pertimbangan Hakim, Sistem
Peradilan Pidana Anak
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rechterlijk Pardon, Pertimbangan Hakim, Sistem Peradilan Pidana Anak |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 06 Aug 2025 01:42 |
| Last Modified: | 21 Aug 2025 06:31 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/36321 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
