Search for collections on Undip Repository

PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI BIJI KAPULAGA (Amomum compactum Sol. Ex Maton) PADA BAKTERI Staphylococus aureus WDCM 00032 DAN Pseudomonas aeruginosa ATCC 15442

Pratiwi, Dian and Anam, Khairul and Rukmi, MG Isworo (2025) PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI BIJI KAPULAGA (Amomum compactum Sol. Ex Maton) PADA BAKTERI Staphylococus aureus WDCM 00032 DAN Pseudomonas aeruginosa ATCC 15442. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-KTI-DIAN PRATIWI] Text (ABSTRAK-KTI-DIAN PRATIWI)
ABSTRAK-KTI-DIAN PRATIWI.pdf

Download (127kB)

Abstract

Latar Belakang: Kapulaga (Amomum compactum Sol. Ex. Maton) dikenal luas karena manfaat tradisionalnya, salah satunya sebagai antibakteri. Adanya perbedaan struktural dan potensi kandungan kimia biji dan kulit, pada penelitian ini berfokus pada biji kapulaga. Pemilihan pelarut memiliki peran penting dalam mengekstraksi senyawa antibakteri secara optimal.
Tujuan: mengidentifikasi metabolit sekunder, mengetahui aktivitas antibakteri, dan senyawa aktif antibakteri dalam ekstrak etanol 70%, etil asetat dan etanol 70%–etil asetat biji kapulaga.
Metode: Ekstraksi MAE menggunakan pelarut etanol 70%, etil asetat dan etanol 70%–etil asetat. Identifikasi KLT dan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, serta KLT-bioautografi.
Hasil : Semua ekstrak biji kapulaga mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan steroid, namun tanin hanya ditemukan pada ekstrak etanol 70% dan etanol 70%–etil asetat. Ekstrak etanol 70% dan etanol 70%–etil asetat (2:3) biji kapulaga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus WDCM 00032 dan P. aeruginosa ATCC 15442, sedangkan ekstrak etil asetat biji kapulaga hanya memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus WDCM 00032. Ekstrak etanol 70% memiliki kesetaraan antibakteri tertinggi terhadap ciprofloxacin, sebesar 1 mg/mL setara dengan 1,28 x 10⁻⁵ mg/mL. Senyawa antibakteri pada semua ekstrak biji kapulaga terhadap S. aureus WDCM 00032 diduga adalah terpenoid.
Kesimpulan: Ekstrak etanol 70% biji kapulaga menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat terhadap S. aureus WDCM 00032 dan P. aeruginosa ATCC 15442.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: antibakteri, biji kapulaga, Staphylococcus aereus, Pseudomonas aeruginosa
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Pharmacy
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 01 Aug 2025 02:58
Last Modified: 01 Aug 2025 02:58
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/36002

Actions (login required)

View Item View Item