Search for collections on Undip Repository

PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ALPUKAT 100% TOPIKAL DIBANDINGKAN PETROLATUM 100% TOPIKAL TERHADAP TRANSEPIDERMAL WATER LOSS (TEWL) DAN PH KULIT PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK

Pramitasari, Yuniar and Muslimin, Muslimin and Afriliana, Liza (2025) PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ALPUKAT 100% TOPIKAL DIBANDINGKAN PETROLATUM 100% TOPIKAL TERHADAP TRANSEPIDERMAL WATER LOSS (TEWL) DAN PH KULIT PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK - TESIS] Text (ABSTRAK - TESIS)
YUNIAR DIAN PRAMITASARI-22040721320008-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (139kB)

Abstract

Latar belakang: Perbaikan sawar kulit menggunakan pelembab merupakan salah satu dari lima pilar tatalaksana dermatitis atopik (DA). Petrolatum dianggap sebagai baku emas, namun teksturnya yang sangat kental dapat menurunkan kepatuhan penggunanya. Minyak alpukat (Persea americana) dapat menjadi alternatif yang lebih nyaman digunakan, sekaligus memiliki efek antiinflamasi, antioksidan dan antimikroba, di samping efek melembapkan. Evaluasi perbaikan sawar kulit dapat dilakukan di antaranya dengan pengukuran TEWL dan pH kulit.

Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian minyak alpukat 100% topikal terhadap skor transepidermal water loss (TEWL) dan pH kulit pada penderita DA.

Metode: Uji klinis single blind randomized clinical trial dengan rancangan two paralel group pre and post test design. Dua puluh enam pasien DA yang sedang tidak kambuh dibagi secara acak menjadi kelompok perlakuan (minyak alpukat 100% topikal, 13 subjek) dan kelompok kontrol (petrolatum 100% topikal, 13 subjek). Masing-masing pelembab diberikan 2 kali sehari di bagian volar lengan bawah kanan dan kiri selama 4 minggu.

Hasil: Delta TEWL saat baseline sampai dengan minggu ke-4 sisi kanan pada kelompok minyak alpukat yaitu -10,31±1,38 dan pada pada kelompok petrolatum yaitu -7,23±1,59, sedangkan pada sisi kiri kelompok minyak alpukat yaitu -10,95±1,55 dan pada pada kelompok petrolatum yaitu -7,56±1,27. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan tersebut adalah bermakna (p<0,001). Delta pH kulit sisi kanan pada kelompok minyak alpukat saat baseline sampai minggu ke-4 yaitu -1,01±0,71 dan pada kelompok petrolatum yaitu -0,64 (-2,71–(-0,10)), sedangkan pada sisi kiri kelompok minyak alpukat yaitu -0,67 (-2,32–(-0,41)) dan kelompok petrolatum yaitu -0,52 (-2,28–(-0,08)). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan tersebut adalah tidak bermakna (p sisi kanan=0,118 dan p sisi kiri=0,144).

Kesimpulan: Minyak alpukat 100% topikal sama efektifnya dengan petrolatum 100% topikal dalam menurunkan skor pH kulit pada pasien DA, namun lebih efektif dalam menurunkan skor TEWL.

Kata kunci: Minyak alpukat, TEWL, pH, dermatitis atopik

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Minyak alpukat, TEWL, pH, dermatitis atopik
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 19 Aug 2025 03:26
Last Modified: 19 Aug 2025 03:26
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35717

Actions (login required)

View Item View Item