Search for collections on Undip Repository

FUNGSI CHINJUTSU NO FUKUSHI KITTO, KANARAZU, MOCHIRON DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIK)

Widhi, Bangkit Pangestu (2025) FUNGSI CHINJUTSU NO FUKUSHI KITTO, KANARAZU, MOCHIRON DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIK). Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of SKRIPSI LENGKAP_Bangkit Pangestu Widhi.pdf] Text
SKRIPSI LENGKAP_Bangkit Pangestu Widhi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Widhi, Bangkit Pangestu. 2025. “Fungsi Chinjutsu No Fukushi Kitto,
Kanarazu, Mochiron Dalam Kalimat Bahasa Jepang.” Skripsi. Program Studi S1
Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.
Dosen pembimbing, Sriwahyu Istana Trahutami, S.S., M.Hum.
Penulis pada penelitian ini membahas mengenai fungsi chinjutsu no fukushi
kitto, kanarazu dan mochiron dari segi struktur dan maknanya. seringkali dalam
penggunaannya ketiga chinjutsu no fukushi tersebut dapat saling menggantikan dan
diketahui sebagai kata yang bersinonim karena sama-sama mengandung makna
‘kepastian’. Oleh karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui
persamaan dan perbedaan di antara ketiganya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengacu
pada teori Nagayama Isami yang menggolongkan kitto, kanarazu dan mochiron
sebagai yang chinjutsu no fukushi berpasangan dengan pernyataan keputusan,
kesimpulan atau kepastian (dantei).Data dikumpulkan menggunakan metode studi
kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, termasuk
surat kabar online bahasa Jepang (asahi.com) dan situs web berbahasa Jepang.
Analisis data dilakukan berdasarkan struktur dan maknanya menggunakan metode
agih, dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) dan substitusi.
Berdasarkan strukturnya, chinjutsu no fukushi kitto, kanarazu dan mochiron
umumnya digunakan untuk menerangkan verba dalam bentuk afirmatif. Namun,
kanarazu tidak dapat digunakan untuk menerangkan verba bentuk negatif,
adjektiva, maupun nomina. Dari segi makna, kitto dan kanarazu menunjukkan
keyakinan kuat pembicara bahwa sesuatu pasti akan terjadi atau dilakukan.
Sedangkan mochiron menyatakan sesuatu yang jelas tanpa harus dikatakan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 24 Jul 2025 04:38
Last Modified: 24 Jul 2025 04:38
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35502

Actions (login required)

View Item View Item