Syifa Darmawan, Jasmine (2025) AGRICULTURE CENTER DENGAN PENDEKATAN PERMAKULTUR ARSITEKTUR. Undergraduate thesis, UNDIP.
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_COVER.pdf - Submitted Version Download (130kB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_Halaman Pengesahan.pdf - Submitted Version Download (159kB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_Abstrak.pdf - Submitted Version Download (180kB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (187kB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_BAB I.pdf - Submitted Version Download (344kB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_BAB II.pdf - Accepted Version Download (141kB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_BAB III.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (838kB) |
|
|
Text
Jasmine Syifa Darmawan_BAB V.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (965kB) |
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara agraris dengan potensi lahan pertanian mencapai 31,1 juta hektar, menghadapi tantangan signifikan dalam ketahanan pangan. Meskipun prevalensi kerawanan pangan sedang hingga berat mengalami penurunan hingga 4,5% pada tahun 2023, data menunjukkan bahwa sebanyak 62 kabupaten/kota masih dikategorikan rentan terhadap rawan pangan pada tahun 2024. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan perubahan iklim, degradasi lahan, dan keterbatasan akses teknologi bagi petani. Sementara itu, kontribusi
sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih mendominasi, mencapai 13,5% pada tahun 2023. Upaya untuk mengintegrasikan pendekatan agrikultur yang berkelanjutan menjadi semakin mendesak untuk menjawab kebutuhan pangan yang beragam, bergizi, dan aman. Menurut Badan Pusat Statistik
Indonesia, kapasitas produksi beras di Indonesia mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun, namun produksi beras lokal yang menjadi bahan pangan utama masyarakat Indonesia hanya mampu mencakup sekitar 90% dari kebutuhan nasional, sehingga
Indonesia masih harus melakukan impor untuk menutupi kekurangan. Perancangan Pusat Riset Agrikultur dirancang dengan pendekatan permakultur arsitektur, yang mengutamakan keberlanjutan ekosistem dan efisiensi sumber daya. Pendekatan ini tidak hanya mendukung produksi pertanian tetapi juga berfungsi sebagai tempat wisata edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik, dimana program riset yangdikembangkan mencakup pengembangan varietas unggul lokal, solusi mitigasi
perubahan iklim, serta kolaborasi dengan komunitas petani lokal. Melalui penggabungan antara fungsi riset dan edukasi publik, proyek ini bertujuan menjadi model solusi strategis dalam menciptakan ketahanan pangan nasional yang tangguh
dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor, pusat riset ini diharapkan dapat mendukung misi pemerintah dalam mencapai target zero hunger pada 2030 serta memperkuat posisi Indonesia sebagai
pemimpin dalam inovasi agrikultur tropis.
Kata Kunci : Agrikultur, Pusat Riset, Permakultur
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 24 Jul 2025 01:29 |
| Last Modified: | 24 Jul 2025 01:29 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35461 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
