Maulana, Hanif (2025) BEACH RESORT DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK. Undergraduate thesis, UNDIP.
|
Text
Hanif Maulana_COVER.pdf - Submitted Version Download (147kB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_Halaman Pengesahan.pdf - Submitted Version Download (176kB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_Abstrak.pdf - Submitted Version Download (151kB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (149kB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_BAB I.pdf - Submitted Version Download (281kB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_BAB II.pdf - Submitted Version Download (2MB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_BAB III.pdf - Submitted Version Download (426kB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
Hanif Maulana_BAB V.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Tingkat stress penduduk Indonesia selepas masa pandemi tergolong dalam angka yang tinggi terutama untuk tingkat stres berat (depresi). Untuk itu, dalam rangka mengurangi tingkt stres manusia harus melakukan rekreasi sebagai bagian dari siklus hidup supaya terus berjalan. Rekreasi yang dimaksud dalam hal ini adalah rekreasi yang berhubungan dengan alam. Berdasarkan hasil penelitian, hubungan antara manusia dengan alam dapat
memberikan efek menyembuhkan dan relaksasi (MacAllister et. al., 2016). Salah satu lokasi dengan kondisi alam yang masih baik dan terjaga adalah wilayah Kabupaten Gunung Kidul. Gunung Kidul dengan kondisi bentang alam karstnya menghasilkan
wilayah dengan bentang alam yang beragam dari pantai, bukit, goa, hingga sungai bawah tanah. Peningkatan jumlah wisatawan di Gunung Kidul ditambah dengan kondisi alam yang masih belum diolah dengan optimal membuat Gunung Kidul cocok untuk dijadikan sebagai lokasi untuk wadah rekreasi yang menghubungkan manusia dengan alam. Wadah rekreasi yang akan dihadirkan dalam perancangan ini berupa beach resort.
Beach resort dipilih karena merespon kondisi bentang alam di Gunung Kidul yang memiliki garis pantai sepanjang ±70 Km di sisi selatan Gunung Kidul yang membentang dari barat hingga timur. Resort sendiri dipilih karena selain menghadirkan akomodasi hunian, resort memiliki fasilitas rekreasi yang lebih beragam dan kontekstual dengan lingkungannya, dalam hal ini adalah alam Gunung Kidul. Untuk mewujudkan beach resort yang dapat digunakan sebagai wadah rekreasi yang menghubungkan penggunanya dengan alam, maka diperlukan pendekatan yang sesuai yaitu Biofilik. Biofilik dipilih karena pendekatan desai ini berusaha memasukkan unsur-unsur alam ke dalam lingkungan binaan untuk kesejahteraan manusia dan lingkungannya. Menurut
Browning, Ryan, dan Clancy (2014), terapat 14 aspek biofilik yang terbagi menjadi tiga sub klasifikasi. Dari 14 aspek tersebut, akan dipilih beberapa aspek yang dianggap sesuai dengan kebutuhan untuk mengurangi tingkat stress dan merespon kondisi alam Gunung Kidul. Dalam menggunakan pendekatan biofilik, yang menjadi objek fokus utama adalah kondisi alam yang
akan diolah. Sebelum menerapkan pendekatan biofilik, perlu dilakukan riset terkait kondisi dan ekosistem bentang alam karst yang ada di Gunung Kidul. Dengan menggunakan pendekatan yang tepat dan berbasis data, maka perancangan beach resort di Gunung Kidul ini dapat memberikan dampak positif baik untuk penggunanya, masyarakat, lingkungan alam sekitar perancangan.
Kata kunci: Rekreasi, Beach Resort, Biofilik
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 23 Jul 2025 02:03 |
| Last Modified: | 23 Jul 2025 02:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35387 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
