Masteria Maulidewanti, Ghinaa (2025) FLOATING ARCHITECTURE FOR RESILIENT URBAN WATERFRONT AREAS:JAKARTA MIXED-USE DEVELOPMENT. Undergraduate thesis, UNDIP.
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti_COVER.pdf - Submitted Version Download (185kB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti_Halaman Pengesahan.pdf - Submitted Version Download (64kB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti_Abstrak.pdf - Submitted Version Download (76kB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti_Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (523kB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti-BAB I.pdf - Submitted Version Download (1MB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti-BAB II.pdf - Submitted Version Download (4MB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti-BAB III.pdf - Submitted Version Download (5MB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti_BAB IV.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (675kB) |
|
|
Text
Ghinaa Masteria Maulidewanti BAB V.pdf - Submitted Version Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Sejumlah 40% populasi global tinggal dalam radius 100 km dari garis pantai. Namun,terdapat infrastruktur di area tersebut dirancang tanpa mempertimbangkan perubahan iklim.
Garis pantai Indonesia yang membentang sepanjang 99.083 kilometer menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan kawasan pesisirnya, terutama akibat ketidakseimbangan
pembangunan. Penelitian ini mengusulkan prototipe arsitektur terapung dengan tipologi pengembangan campuran di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, sebuah area yang dikenal dengan proyek reklamasi pesisir yang ekstensif. Dengan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan, sistem energi terbarukan, dan ruang multifungsi, desain ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan iklim dan mempromosikan pertumbuhan perkotaan yang berkelanjutan.Selain itu, prototipe ini mendukung pemulihan ekosistem, mengurangi degradasi lingkungan,mendorong keterlibatan masyarakat, dan menciptakan peluang ekonomi. Desain ini menjadikan kawasan pesisir Jakarta sebagai model bagi pengembangan pesisir adaptif. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan pengumpulan data yang sistematis,
analisis, dan penyajian untuk menetapkan kerangka desain yang komprehensif. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik desain, dokumentasi
untuk mengumpulkan data pendukung, dan studi perbandingan preseden untuk mengevaluasi strategi desain yang efektif. Langkah-langkah ini memberikan informasi untuk pengembangan
konsep arsitektur dan simulasi energi. Sebagai kesimpulan, prototipe arsitektur terapung yang diusulkan tidak hanya mengatasi tantangan kawasan pesisir perkotaan yang mendesak tetapi juga menetapkan preseden bagi pengembangan pesisir di masa depan. Dengan memprioritaskan keberlanjutan dan ketahanan,Jakarta dapat menjadi contoh bagi kota pesisir lain untuk mengadopsi strategi adaptif serupa.
Kata kunci: arsitektur terapung, pengembangan campuran, ketahanan iklim, pertumbuhan perkotaan berkelanjutan, energi terbarukan, pemulihan ekosistem, keterlibatan masyarakat,
pengembangan pesisir adaptif
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Engineering > Architecture Engineering |
| Divisions: | Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering |
| Depositing User: | Magister Arsitektur |
| Date Deposited: | 22 Jul 2025 07:37 |
| Last Modified: | 22 Jul 2025 07:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35375 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
