Search for collections on Undip Repository

PENGGUNAAN DANSEIGO DAN JOSEIGO DALAM NOVEL DETECTIVE CONAN : THE ADVENTURE OF THE DYING DETECTIVE KARYA GOSHO AOYAMA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) 小説の『名探偵コナン 瀕死の探偵の冒険』 における男性語と女性語の使用 「社会言語学」

HAFIZHA, FASYA and Trahutami, Sriwahyu Istana (2024) PENGGUNAAN DANSEIGO DAN JOSEIGO DALAM NOVEL DETECTIVE CONAN : THE ADVENTURE OF THE DYING DETECTIVE KARYA GOSHO AOYAMA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) 小説の『名探偵コナン 瀕死の探偵の冒険』 における男性語と女性語の使用 「社会言語学」. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.

[thumbnail of FASYA HAFIZHA 13020220120024.pdf] Text
FASYA HAFIZHA 13020220120024.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Hafizha, Fasya. 2024. “Penggunaan Danseigo dan Joseigo dalam Novel Detective Conan : The Adventure of The Dying Detective Karya Gosho Aoyama (Kajian Sosiolinguistik)”. Skripsi. Program Studi S-1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Dosen Pembimbing : Sriwahyu Istana Trahutami, S.S., M.Hum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanda gender danseigo dan joseigo dalam novel, mengetahui penggunaan joseigo pada tokoh pria yang terdapat dalam novel. Data penelitian diperoleh dari 59 kalimat dalam novel Detective Conan : The Adventure of The Dying Detective “. Penulis membatasi permasalahan pada penanda gender danseigo dan joseigo dalam novel serta penggunaan joseigo pada tokoh pria yang terdapat dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripstif kualitatif. Metode pengumpulan data pada skripsi ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Kemudian untuk menganalisis data menggunakan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL), sedangkan untuk menyajikan hasil analisis menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahasa yang digunakan pria bersifat lebih lugas, kuat, dan terkadang terdengar kasar atau tegas. Kata ganti orang pertama paling banyak menggunakan boku yang terkesan lebih maskulin dan informal. Pria sering menggunakan partikel akhir seperti yo yang berfungsi untuk menambah kesan tegas dan maskulin dalam percakapan. Bahasa yang digunakan wanita cenderung lebih lembut, sopan, dan memiliki kesan feminin. Kata ganti orang pertama wanita terbanyak menggunakan watashi dan anata dalam percakapan informal. Wanita sering menggunakan partikel akhir seperti wa dan kashira yang memberikan nuansa lembut dan lebih sopan. Tokoh pria sering menggunakan joseigo dikarenakan adanya faktor keanggotaan (uchi), yaitu faktor yang menunjukkan hubungan yang erat dan kedekatan emosional pembicara dengan lawan pembicara,, selain itu penutur pria juga ingin menonjolkan sisi feminimnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 29 Jul 2025 03:11
Last Modified: 29 Jul 2025 03:11
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35357

Actions (login required)

View Item View Item