Faaza, Tsaltsa Nazzila and Hesti ANR, Elizabeth Ika (2024) ANALISIS KONTRASTIF ONOMАТОРЕ BAHASA JEPANG DAN NGAPAK TEGAL DALAM CERITA PENDEK 短編小説における日本語と「Ngapak Tegal」のオノマトペの対 照分析. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
Tsaltsa Nazzila Faaza 13020220130065.pdf Restricted to Repository staff only Download (17MB) |
Abstract
Faaza, Tsaltsa N. 2024. Analisis Kontrastif Onomatope Bahasa Jepang dan Ngapak Tegal dalam Cerita Pendek. Skripsi. Program Studi S-1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Dosen Pembimbing Elizabeth Ika Hesti Aprilia Nindia Rini, S.S., M.Hum. Penelitian ini membahas struktur dan makna onomatope bahasa Jepang dan Ngapak Tegal dalam cerita pendek. Penelitian ini membahas mengenai struktur dan makna onomatope bahasa Jepang dan Ngapak Tegal dalam cerita pendek serta persamaan dan perbedaan pada onomatope dalam kedua bahasa tersebut. Menurut Sudjianto dan Dahidi, onomatope bahasa Jepang termasuk ke dalam kategori adverbia, namun ditemukan onomatope yang dapat dikategorikan ke dalam kelas kata lain. Kemudian, Ngapak Tegal merupakan subbahasa Jawa yang memiliki banyak penggunaan onomatope. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan struktur dan makna onomatope bahasa Jepang dan Ngapak Tegal dalam cerita pendek, dan 2) mendeskripsikan persamaan dan perbedaan onomatope bahasa Jepang dan Ngapak Tegal dalam cerita pendek. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa onomatope bahasa Jepang dapat dikategorikan ke dalam adverbia, verba, adjektiva, dan adverbia. Sedangkan Ngapak Tegal dapat dikategorikan ke dalam verba, nomina, kata partikel, kata tambahan, adjektiva, dan adverbia. Makna onomatope bahasa Jepang mencakup gion, gisei, kankaku, kanjou, giyou, dan gitai. Makna onomatope Ngapak Tegal mencakup membentuk nama benda dan tiruan bunyi, membentuk nama perbuatan, menerangkan sifat atau keadaan, pembentuk emosi tokoh, dan memberikan efek tertentu bagi pembaca. Kemudian, persamaannya adalah sama-sama memiliki kategori kelas kata adverbia, verba, adjektiva, dan nomina; memiliki makna yang mempresentasikan suara, pergerakan manusia, penanda sifat dan keadaan, dan pembentuk emosi tokoh. Sedangkan perbedaannya adalah onomatope Ngapak Tegal memiliki kategori onomatope partikel dan kata tambahan, sedangkan bahasa Jepang tidak. Kemudian, onomatope bahasa Jepang memiliki klasifikasi adverbia keadaan; adverbia kuantitas; adverbia frekuensi; dan adverbia hasil, sedangkan Ngapak Tegal tidak. Terakhir, onomatope bahasa Jepang memiliki klasifikasi dalam makna yang berhubungan dengan perasaan manusia yaitu kankaku dan kanjou, sedangkan Ngapak Tegal tidak dibedakan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Japanese Language and Culture |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 04 Aug 2025 07:04 |
| Last Modified: | 04 Aug 2025 07:04 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35322 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
