Mardiansyah, Nafisa Febrian (2025) PENENTUAN LOKASI RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN UNGARAN BARAT. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_COVER.pdf - Published Version Download (692kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_BAB I.pdf - Published Version Download (310kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_BAB II.pdf - Published Version Download (62kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_BAB IV.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_BAB V.pdf - Published Version Download (7kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_DAPUS.pdf - Published Version Download (219kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Nafisa FM_LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (748kB) | Request a copy |
Abstract
Bencana adalah rangkaian peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan
serta penghidupan masyarakat, yang disebabkan oleh faktor alam, non-alam, atau aktivitas
manusia. Kecamatan Ungaran Barat merupakan salah satu wilayah rawan bencana tanah longsor,
terutama saat intensitas hujan tinggi. Kecamatan Ungaran Barat merupakan salah satu wilayah
dengan intensitas tanah longsor yang cukup tinggi. Pada tahun 2023, kecamatan ini mencatat 19
kejadian tanah longsor, menempatkannya di posisi ketiga setelah Kecamatan Ambarawa dengan
25 kejadian dan Kecamatan Jambu dengan 23 kejadian..
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan bencana tanah longsor
di Kecamatan Ungaran Barat. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan variabel seperti
curah hujan, jenis tanah, jenis batuan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan. Metode yang
digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan spasial dengan bantuan perangkat lunak ArcGIS
melalui teknik skoring dan pembobotan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan
Ungaran Barat didominasi oleh kategori kerawanan sedang seluas 2.430,81 hektar, diikuti kategori
kerawanan tinggi seluas 1.693,10 hektar, dan kategori kerawanan rendah seluas 754,28 hektar.
Tingkat kerawanan tinggi ditemukan terutama di Desa Nyatnyono dan Desa Gogik, sedangkan
tingkat kerawanan sedang meliputi kawasan perkebunan, tanaman pangan, dan permukiman
perdesaan. Kawasan kerawanan tinggi juga mencakup permukiman pedesaan seluas 66,22 hektar
dan permukiman perkotaan seluas 8,03 hektar.
Penelitian ini menghasilkan luaran berupa peta kerawanan bencana tanah longsor di
Kecamatan Ungaran Barat, yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya mitigasi dan
perencanaan tata ruang wilayah.
Kata Kunci: Kerawanan Tanah Longsor, Skoring, Pembobotan, SIG, Pola Ruang
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Kerawanan Tanah Longsor, Skoring, Pembobotan, SIG, Pola Ruang |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 21 Jul 2025 05:05 |
| Last Modified: | 21 Jul 2025 05:05 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35226 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
