Az Zahra, Reza Salsabila (2025) EVALUASI PENETAPAN LSD UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN PANGAN INTERNAL DI KABUPATEN SEMARANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (12MB) | Request a copy |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_COVER.pdf - Published Version Download (974kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_BAB I.pdf - Published Version Download (509kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_BAB II.pdf - Published Version Download (203kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_BAB III.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_BAB IV.pdf - Published Version Download (3MB) |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_BAB V.pdf - Published Version Download (130kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_DAPUS.pdf - Published Version Download (204kB) |
|
|
Text
S_PTRP_Reza Salsabila Az Zahra_LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Lahan Sawah Dilindungi (LSD) ditetapkan dengan tujuan mencegah terjadinya alih fungsi lahan
pertanian yang dikhawatirkan akan mengurangi ketersediaan pangan nasional. Akan tetapi peta lahan
sawah dilindungi yang telah ditetapkan terkadang tidak sesuai dengan penggunaan lahan eksisting dan
rencana pola ruang RTRW. Jika lahan sawah terus berkurang, sedangkan pertumbuhan penduduk
semakin meningkat, maka kebutuhan pangan terutama beras di suatu daerah akan meningkat pula.
Kabupaten Semarang memiliki strategi penataan ruang wilayah yang tercantum pada RTRW yaitu
mewujudkan Kabupaten sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jawa Tengah. Akan tetapi,
Kabupaten Semarang mengalami pengurangan luasan sawah dikarenakan adanya konversi lahan sawah
menjadi lahan terbangun sebesar 30,43 hektar dalam 3 tahun terakhir. Hal ini dapat memengaruhi
produksi padi beras yang ada. Analisis swasembada beras di Kabupaten Semarang menjadi tolak ukur
tujuan RTRW Kabupaten Semarang yang akan menjadikan Kabupaten Semarang menjadi salah satu
lumbung padi di Jawa Tengah. Adapun pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara ke Balai
Penyuluhan Pertanian yang ada di Kabupaten Semarang untuk dijadikan rumusan dari evaluasi
penetapan LSD. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui telaah dokumen dan kajian literatur dari
instansi terkait. Dengan pengolahan data secara kuantitatif dan kualitatif, menghasilkan data yaitu pada
awal tahun perencanaan RTRW Kabupaten Semarang mengalami surplus akan swasembada beras yang
berarti jumlah produksi beras yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan beras penduduknya.
Sedangkan, pada akhir tahun perencanaan RTRW Kabupaten Semarang tidak dapat mempertahankan
kondisi swasembada beras. Terdapat 3 kecamatan yang mengalami perubahan status surplus menjadi
defisit pada tahun 2023 ke tahun 2043. Tiga kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Tuntang,
Kecamatan Banyubiru, dan Kecamatan Bawen. Hasil dari tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan
masukan kepada pemerintah daerah Kabupaten Semarang untuk mencegah alih fungsi lahan sawah dan
menerapkan ketetapan LSD dengan maksimal agar Kabupaten Semarang mampu mewujudkan
swasembada beras dan memenuhi kebutuhan pangan beras di Kabupaten Semarang itu sendiri.
Kata Kunci: Lahan Sawah Dilindungi; Swasembada Beras; Sistem Informasi Geografis
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Lahan Sawah Dilindungi; Swasembada Beras; Sistem Informasi Geografis |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 17 Jul 2025 02:26 |
| Last Modified: | 17 Jul 2025 02:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35011 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
