Musayyadah, Diana Isnaini and Ariani, Mahayu Dewi and Juniarto, Achmad Zulfa and Herlina, Eka Chandra (2025) Korelasi Kadar Hormon Prolaktin Terhadap Gambaran Makroskopis, Konsentrasi, dan Vitalitas Sperma Pria dengan Infertilitas. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
Abstrak KTI_Diana Isnaini Musayyadah.pdf Download (124kB) |
Abstract
Latar Belakang : Infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan suami istri untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual selama 12 bulan atau lebih tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Hormon prolaktin adalah hormon yang disintesis dan disekresikan dari laktotrof kelenjar hipofisis. Jumlah kadar prolaktin pada pria lebih rendah daripada pada wanita. Pada laki laki peningkatan hormon prolaktin atau hiperprolaktinemia dapat mempengaruhi produksi hormon testosteron. Peningkatan kadar hormon prolaktin dapat menghambat produksi hormon testosteron oleh kelenjar pituitari, apabila terjadi peningkatan hormon prolaktin maka dapat menyebabkan penurunan terhadap kadar hormon testosteron. Infertilitas pada pria dapat terjadi karena masalah pada ketidaksetabilan hormonal. Salah satunya adalah hormon prolaktin. Hiperprolaktinemia merupakan suatu kelainan endokrin yang ditandai dengan kelebihan jumlah prolaktin serum. Jumlah kadar hormon prolaktin normal pada wanita lebih tinggi daripada pria, pada wanita 15-25 mg/L sedangkan pada pria sekitar 10-20 mg/L.
Tujuan : Mengetahui korelasi antara kadar hormon prolaktin dengan gambaran makroskopis, konsentrasi, dan vitalitas sperma pria dengan infertilitas.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari pasien infertilitas pria di RSIA Gunung Sawo, dengan jumlah sampel 30 subjek, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan uji korelasi Pearson atau Spearman.
Hasil : Pada hasil penelitian uji statistik menunjukkan bahwa uji korelasi hormon prolaktin dengan volume nilai p adalah 0,861 (p > 0,05). Pada likuefaksi, diperoleh nilai p sebesar 0,962 (p > 0,05. Parameter viskositas hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,737 (p > 0,05). Pada pemeriksaan pH sperma, nilai p yang diperoleh adalah 0,689. Pada parameter konsentrasi sperma, nilai p sebesar 0,864. Pada parameter vitalitas nilai p sebesar 0,213 (p > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan secara statistik antara kadar prolaktin dengan gambaran makroskopis, konsentrasi, dan vitalitas. Pada hasil deskriptif mendapatkan hasil bahwa apabila responden hiperprolaktinemia garis tren volume, konsentrasi, dan vitalitas munurun. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada responden hiperprolaktinemia akan terjadi penurunan volume, konsentrasi, dan vitalitas sperma. Parameter viskositas dan PH menunjukkan garis tren meningkat. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada responden hiperprolaktinemia dapat terjadi peningkatan viskositas dan PH sperma. Parameter liquifeksi menunjukkan garis tren mendatar. Hal ini menunjukkan bahwa pada responden hiperprolaktinemia tifdak terdapat korelasi yang signifikan dengan liquifeksi.
Simpulan : Tidak didapatkan hasil signifikan mengenai korelasi kadar hormon prolaktin dengan gambaran makroskopis, konsentrasi, dan vitalitas sperma pria dengan infertilitas
Kata Kunci : Infertilitas, gambaran makroskopis sperma, konsentrasi sperma, vitalitas sperma, hormon prolaktin, hiperprolaktinemia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Infertilitas, gambaran makroskopis sperma, konsentrasi sperma, vitalitas sperma, hormon prolaktin, hiperprolaktinemia. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 22 Jul 2025 04:45 |
| Last Modified: | 22 Jul 2025 04:45 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/35002 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
