Search for collections on Undip Repository

NILAI-NILAI DAN MAKNA SIMBOLIK: MITOS PANTANGAN MENGGELAR ACARA WAYANG KULIT DI DESA RAHTAWU, KECAMATAN GEBOG, KABUPATEN KUDUS

IBRAHIMA, ANASTA CAESAR (2025) NILAI-NILAI DAN MAKNA SIMBOLIK: MITOS PANTANGAN MENGGELAR ACARA WAYANG KULIT DI DESA RAHTAWU, KECAMATAN GEBOG, KABUPATEN KUDUS. Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of ANASTA CAESAR IBRAHIMA_13040219120012_NILAI-NILAI DAN MAKNA SIMBOLIK MITOS LARANGAN PEMENTASAN WA.pdf] Text
ANASTA CAESAR IBRAHIMA_13040219120012_NILAI-NILAI DAN MAKNA SIMBOLIK MITOS LARANGAN PEMENTASAN WA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini merupakan pembahasan tentang mitos tabu larangan pertunjukan wayang di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus. Mitos larangan pertunjukan wayang tersebut banyak mengungkap
tentang nilai-nilai dan makna yang eksis di masyarakat Desa Rahtawu. Skripsi ini membahas pemahaman, makna, dan konstruksi mitos larangan wayang diinterpretasikan oleh penduduk Rahtawu serta bagaimana warga Rahtawu mengekspresikan pengetahuan dan pengalaman
mereka terkait dengan cerita larangan wayang dalam konteks eksistensi mitos tersebut. Untuk mendukung pembahasan, penulis menggunakan teori-teori folklor seperti motif index of folk
literature-nya Stilth Thompson untuk mengidentifikasi motif di balik mitos larangan wayang dan anthropology of experience-nya Bruner untuk menganalisis makna dan konstruksi mitos larangan
wayang. Kesimpulan yang didapat dari analisis penulis adalah mitos larangan wayang di Desa Rahtawu berperan penting dalam membentuk identitas kolektif masyarakat, tidak hanya sebagai
cerita rakyat, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial yang menjaga norma dan nilai budaya. Larangan ini memiliki elemen naratif yang berfungsi menanamkan pesan moral, menjaga keseimbangan sosial, serta mencerminkan pandangan masyarakat terhadap spiritualitas dan alam. Meskipun terdapat variasi interpretasi, mitos ini tetap menjadi simbol moralitas dan
alat adaptasi terhadap perubahan sosial. Selain itu, larangan wayang juga memperkuat kohesi sosial, solidaritas, serta hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan, yang diwariskanmelalui sosialisasi keluarga dan tokoh adat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 15 Jul 2025 02:42
Last Modified: 15 Jul 2025 02:42
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34865

Actions (login required)

View Item View Item