Search for collections on Undip Repository

KONSTRUKSI MASKULINITAS: STUDI KASUS MAHASISWA LAKI-LAKI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEPTIANI, DINI (2025) KONSTRUKSI MASKULINITAS: STUDI KASUS MAHASISWA LAKI-LAKI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO. Undergraduate thesis, Faculty of Humanity.

[thumbnail of SKRIPSI_DINI_PRINT_FINAL.pdf] Text
SKRIPSI_DINI_PRINT_FINAL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Dunia memang membebankan perempuan dalam menjalani hidupnya, namun laki-laki juga merasakan hal yang sama akibat dari adanya standar maskulinitas yang harus mereka penuhi dalam sistem patriarki yang berkembang di masyarakat. Maskulinitas sendiri diwariskan sejak masa kanak-kanak melalui
peran keluarga dan diperkuat dalam interaksi pertemanan. Fakultas Teknik Universitas Diponegoro merupakan salah satu ruang sosial yang sarat akan nilai- nilai maskulinitas hegemonik,
di mana mahasiswa laki-laki dituntut untuk memenuhi ekspektasi bagaimana menjadi laki-laki sejati berdasarkan standar
maskulinitas yang merupakan konstruksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa laki-laki Fakultas Teknik Universitas Diponegoro menunjukkan maskulinitasnya dan bagaimana representasi
maskulinitas tersebut berdampak pada lingkungan sosial di sekitarnya. Untuk menjelaskan fenomena ini, penelitian menggunakan teori hegemoni maskulinitas dari Raewyn Connell, yang berpendapat bahwa dalam hegemoni maskulinitas
terdapat relasi kuasa laki-laki baik dengan sesama laki-laki maupun perempuan. Teori ini digunakan untuk menelaah bagaimana maskulinitas ideal direproduksi dan dilegitimasi di Fakultas Teknik. Dalam penelitian yang bersifat kualitatif ini
peneliti menggunakan pendekatan studi kasus mikroetnografi, sebuah penelitian mendalam terhadap suatu fenomena yang dibentuk oleh individu atau kelompok dalam lingkup unit sosial terkecil melalui proses observasi partisipan, wawancara
mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki Fakultas Teknik merepresentasikan maskulinitasnya dengan menjaga citra diri untuk terlihat kuat, membatasi eksrpesi dan emosi, menghindari sesuatu
yang dinilai seperti perempuan. Akibatnya mereka sendiri seringkali terbebani, hal tersebut juga berdampak kepada perempuan dengan adanya penguatan stereotip
bahwa perempuan makhluk yang lemah dan hanya dijadikan sebagai peran pendukung laki-laki.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 14 Jul 2025 06:53
Last Modified: 14 Jul 2025 06:53
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34838

Actions (login required)

View Item View Item