Search for collections on Undip Repository

REPRESENTASI KEDUKAAN DALAM ALBUM PERAYAAN PATAH HATI BABAK 1 KARYA FOR REVENGE : KAJIAN LIMA TAHAP KEDUKAAN KÜBLER-ROSS

Dwimareta, Lovi and Purnomo, Mulyo Hadi and Widyawati, Marta (2024) REPRESENTASI KEDUKAAN DALAM ALBUM PERAYAAN PATAH HATI BABAK 1 KARYA FOR REVENGE : KAJIAN LIMA TAHAP KEDUKAAN KÜBLER-ROSS. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.

[thumbnail of Lovi Dwimareta 13010120140152.pdf] Text
Lovi Dwimareta 13010120140152.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (761kB)

Abstract

Musik merupakan tempat untuk berbagai ekspresi emosi, pikiran, dan ide yang tidak dapat diungkapkan, menghubungkan berbagai emosi dan perasaan. Musik tidak hanya merefleksikan emosi, tetapi juga berperan dalam membentuk dan mengatur pengalaman emosional pendengarnya. Musik dalam kehidupan sehari-hari merupakan saluran komunikasi tersendiri yang mempengaruhi emosi secara signifikan dan dapat digunakan sebagai sarana pengaturan suasana hati dan stres dalam kehidupan seharihari. Penelitian ini mengkaji representasi kedukaan dalam album "Perayaan Patah Hati Babak 1" karya For Revenge, sebuah band indie Indonesia, dengan fokus pada tiga lagu: "Serana", "Jakarta Hari Ini", dan "Perayaan Patah Hati". Metode penelitian kualitatif diterapkan dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan simak catat, sementara analisis data melibatkan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis strata norma Roman Ingarden dan teori lima tahap kedukaan Kübler-Ross terhadap ketiga lagu dalam album "Perayaan Patah Hati Babak 1" karya For Revenge menjelaskan bahwa karya-karya ini merepresentasikan tahap kedukaan penerimaan (acceptance). Ketiga lagu yang dianalisis yaitu "Serana", "Jakarta Hari Ini", dan "Perayaan Patah Hati" menggambarkan telah melalui empat tahap kedukaan yaitu kesedihan, kemarahan, tawar – menawar, depresi yang kemudian perjuangan menuju penerimaan. Temuan ini juga memberikan wawasan tentang alasan mengapa album ini dinamakan "Perayaan Patah Hati". Meskipun pada awalnya mungkin menimbulkan pertanyaan mengapa sesuatu yang menyakitkan harus dirayakan, tetapi setelah analisis mendalam terhadap lirik ketiga lagu ini mengungkapkan bahwa "perayaan" di sini bukan dalam arti kegembiraan, melainkan pengakuan dan penerimaan terhadap proses emosional yang kompleks.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 14 Aug 2025 03:39
Last Modified: 14 Aug 2025 03:39
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34736

Actions (login required)

View Item View Item