Search for collections on Undip Repository

PERSPEKTIF FUNGSIONALISME TALCOTT PARSONS DALAM FILM MANTAN MANTEN KARYA FARISHAD LATJUBA

Rahayu, Rizki Puji and Purnomo, Mulyo Hadi and Mukafi, Muhammad Hamdan (2024) PERSPEKTIF FUNGSIONALISME TALCOTT PARSONS DALAM FILM MANTAN MANTEN KARYA FARISHAD LATJUBA. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.

[thumbnail of RIZKI PUJI RAHAYU 13010120120014.pdf] Text
RIZKI PUJI RAHAYU 13010120120014.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif fungsionalisme dalam film Mantan Manten karya Farishad Latjuba. Metode pengumpulan data berupa teknik simak dan teknik catat. Penyajian hasil analisis pada penelitian ini bersifat
deskriptif naratif melalui kata-kata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Film Mantan Manten karya sutradara Farishad Latjuba yang dianalisis menggunakan teori struktur naratif film Himawan Pratista dan teori fungsionalisme Talcott Pasons. Tokoh utama dalam film tersebut adalah Yasnina
dan Bu Mar, kemudian untuk tokoh pendukung adalah Arifin dan Surya. Film ini berlatar tempat di Tawangmangu, yang menonjolkan adat pernikahan Jawa. Tedapat frekuensi waktu dalam film Mantan Manten dibuktikan dengan adanya pengulangan munculnya labirin yang dialami oleh Yasnina. Dukun manten dan anggota sistem yang ada dalam film Mantan Manten terbukti menjalankan keempat fungsi sistem tindakan berdasarkan perspektif fungsionalisme Talcott Parsons, sehingga sistem bisa berjalan dengan baik dan harmonis. Fungsi
adaptation ditampilkan ketika ada masalah dengan beskap calon penganti pria sebagai dukun manten menanganinya menenangkan pengantin. Ketika Ayu yang tiba-tiba tidak mau menikah karena masalah ekonomi Yasnina menenangkannya
dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja, dan ketika beskap Surya tidak pas di badannya Yasnina menenangkan dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Karena masalah sudah diatasi, maka goal attainment juga
terpenuhi pernikahan-pernikahan tersebut berjalan dengan lancar, semua prosesi, ritual, dan upacara berjalan lancar hingga pengantin duduk di pelaminan. Goal attainment bisa tercapai karena karena anggota sistem menjalankan fungsi integration. Oleh karena itu, kekhawatiran dari calon pengantin dan keluarga akan batalnya pernikahan dan rasa malu tidak terjadi karena dukun manten berhasil mengintegrasikan semua hal tersebut. Yang terakhir fungsi latency yaitu dukun manten dan anggota sistem tetap memelihara pola yang sudah ada sejak dulu yaitu ritual dan upacara-upacara dalam pernikahan adat Jawa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 14 Aug 2025 03:59
Last Modified: 14 Aug 2025 03:59
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34661

Actions (login required)

View Item View Item