Prameswari, Ayu and Sukirno, Sukirno (2024) KEDUDUKAN HUKUM DAN HAK MEWARIS ANAK PEREMPUAN HASIL KAWIN SIRI MENURUT HUKUM WARIS ADAT (STUDI MASYARAKAT NAGARI LUBUK ALUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN). Masters thesis, FAKULTAS HUKUM.
|
Text
1. COVER Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Download (77kB) |
|
|
Text
2. SURAT PERNYATAAN Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Download (109kB) |
|
|
Text
3. ABSTRAK Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Download (60kB) |
|
|
Text
4. DAFTAR ISI Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Download (106kB) |
|
|
Text
5. BAB I Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Download (257kB) |
|
|
Text
6. BAB II Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Download (289kB) |
|
|
Text
7. BAB III Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Restricted to Repository staff only Download (254kB) |
|
|
Text
8. BAB IV Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Restricted to Repository staff only Download (139kB) |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA Ayu Prameswari (11000222410003).pdf Download (654kB) |
Abstract
Perkawinan di Indonesia dapat dilangsungkan berdasarkan agama dan kepercayaannya masing-masing kemudian dicatatkan administrasinya ke Kantor Urusan Agama. Perkawinan yang tidak dicatatkan ke Kantor Urusan Agama disebut dengan Perkawinan siri. Perkawinan bertujuan untuk memperoleh keturunan, baik laki-laki maupun perempuan. Masyarakat Minangkabau menganut sistem matrilineal, yaitu pembagian waris berdasarkan garis keturunan ibu. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana kedudukan hukum anak perempuan hasil kawinan siri menurut hukum waris adat pada masyarakat Nagari Lubuk Alung; (2) Bagaimana sistem pembagian warisan pada anak perempuan hasil kawin siri menurut hukum waris adat pada masyarakat Nagari Lubuk Alung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian, yaitu dengan wawancara dengan pihak yang terkait. Data yang diperoleh kemudian di analisis dan diolah secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Anak perempuan hasil kawin siri mendapatkan kedudukan yang sama sebagai ahli waris, dengan anak perempuan yang lahir dari perkawinan yang dicatatkan administrasinya secara hukum negara; (2) Sistem pembagian waris menggunakan sistem matrilineal sesuai dengan hukum Minangkabau, karena pewarisan pusako tinggi diambil berdasarkan garis keturunan ibu, dan pusako rendah di wariskan berdasarkan syariat Islam. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kedudukan dan juga sistem pembagian waris bagi anak perempuan hasil kawin siri tidak dibedakan dengan anak hasil kawin yang di catatkan secara negara, karena perkawinan siri merupakan perkawinan yang sah menurut hukum Islam, sehingga anak anak yang lahir dari perkawinan tersebut tetap mendapatkan hak waris berdasarkan garis keturunan ibu atau disebut sebagai sistem matrilineal.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Master Program in Notary |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 15 Aug 2025 11:03 |
| Last Modified: | 15 Aug 2025 11:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34561 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
