Search for collections on Undip Repository

ISTILAH-ISTILAH DALAM TRADISI CUKUR RAMBUT BAJANG DESA BEDAGUNG KECAMATAN PANINGGARAN KABUPATEN PEKALONGAN (Kajian Antropolinguistik)

Febriyani, Fika Indah and Tiani, Riris (2024) ISTILAH-ISTILAH DALAM TRADISI CUKUR RAMBUT BAJANG DESA BEDAGUNG KECAMATAN PANINGGARAN KABUPATEN PEKALONGAN (Kajian Antropolinguistik). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.

[thumbnail of Fika Indah Febriyani 13010119130070.pdf] Text
Fika Indah Febriyani 13010119130070.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tradisi cukur rambut bajang merupakan tradisi masyarakat Desa Bedagung Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan, yakni kegiatan memotong rambut anak keturunan bajang ketika sudah menginjak usia 7 tahun. Tradisi ini memiliki istilah-istilah khas meliputi aktivitas/prosesi, sesaji dan peralatan yang digunakan
dalam tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan istilah-istilah dalam tradisi cukur rambut bajang, menguraikan makna kultural dan nilai budaya yang terdapat dalam tradisi tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
antropolinguistik, semantik dan morfologi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan melihat langsung proses cukur rambut
bajang. Sementara itu, wawancara dilakukan dengan teknik pancing dan rekam menggunakan voice recorder lalu catat. Kemudian metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penyajian data dilakukan adalah secara formal dan informal, yaitu deskripsi naratif disertai lambang fonetik, analisis data menggunakan tabel dan gambar. Hasil penelitian ini pertama, istilah-istilah dalam tradisi cukur rambut
bajang yang tersebar dalam 3 tahapan, Pra-prosesi ([bajanŋ], [sawan], [tirakatan], [dītUŋakǝn], [lɛ?-lɛkan], [manaqiban] [kidUŋ]), Prosesi ([ara?-arakan], [kǝramasan], [baňu kǝmbaŋ tǝlOn], [ŋɛlīkna ayam lan damar sǝntīr], [damar sǝntīr], [ŋambǝŋ], [wǝdhUs sǝglontoŋ],[sǝgO pUtīh], [jUwadah pasar], [bubur
cadil], [kamprét], [araŋ-araŋ kambaŋ], [dukun bayi]), dan Pascaprosesi ([dikom], [dipé] [disimpǝn]). Kedua, Makna kultural istilah-istilah dalam tradisi cukur rambut bajangyang dideskripsikan menggunakan tiga konsep antropolinguistik,
yaitu: performansi, indeksikalitas, dan partisipasi. Ketiga, nilai budaya dalam istilah-istilah tradisi cukur rambut bajang yang dideskripsikan melalui 3 komponen, yaitu nilai hubungan manusia dengan Tuhan (tirakatan, manaqiban, ngambeng dan bajang), hubungan manusia dengan masyarakat (manaqiban, leklekan dan arak-arakan), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (kembang telon dan damar senthir)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 14 Aug 2025 06:38
Last Modified: 14 Aug 2025 06:38
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34558

Actions (login required)

View Item View Item