Burmansyah, Muhammad Azir and Suryadi, Muhammad (2024) KONTESTASI & IMPLIKASI BAHASA DI RUANG PUBLIK STASIUN AMPERA LRT SUMSEL (Kajian Lanskap Linguistik). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
Muhammad Azir Burmansyah 13010119140123.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kontestasi bahasa dari Lanskap Linguistik Stasiun Ampera LRT Sumsel dan implikasinya. Teori yang digunakan adalah teori Lanskap Linguistik dan Semiotika. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan. Lokasi penelitian berada di Stasiun Ampera LRT Sumsel. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang berupa tanda. Data penelitian diambil dengan cara observasi langsung dan menggunakan teknik fotografi, dengan alat kamera telepon genggam. Setelah itu, data dianalisis menggunakan teori yang ada dan disajikan secara informal. Hasil penelitian mengungkap bentuk kontestasi bahasa Lanskap Linguistik Stasiun Ampera LRT Sumsel terdiri dari bentuk monolingual dan bilingual. Bentuk kontestasi bahasa monolingual yang ditemukan terdiri dari bahasa Indonesia, bahasa Indonesia (Braille), bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Jepang. Lalu, bentuk kontestasi bahasa bilingual terdiri dari bahasa Indonesia-Inggris, bahasa Indonesia-Jawa, dan ahasa Indonesia-Palembang. Lanskap Linguistik Stasiun Ampera LRT Sumsel memiliki implikasi sebagai sebuah identitas, realisasi kebijakan, dan sarana komersial. Lanskap Linguistik Stasiun Ampera LRT Sumsel, dalam perannya sebagai identitas kepemilikan, memiliki banyak tanda yang dipenuhi dengan ikon kereta api, nama dan simbol PT KAI, dan nama dan simbol Kementerian Perhubungan. Identitas Kebudayaan juga melekat pada Lanskap Linguistik Stasiun Ampera LRT Sumsel dengan adanya tanda yang memperlihatkan makanan lokal khas Sumatera Selatan yaitu pempek dan terdapat motif songket bunga tanjung di beberapa sudut stasiun. Lanskap Linguistik Stasiun
Ampera LRT Sumsel merealisasikan kebijakan bahasa Indonesia yang tertulis dalam Perpres Nomor 63 Tahun 2019. Lanskap Linguistik Stasiun Ampera LRT Sumsel juga merealisasikan kebijakan K3 dengan menggunakan warna-warna yang sesuai dengan aturan dan fungsinya yaitu warna merah, biru, hijau, dan kuning. Lanskap Linguistik Stasiun Ampera LRT Sumsel juga memiliki implikasi sebagai sarana komersial bagi beberapa pedagang di area stasiun.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 06:27 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 06:27 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34544 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
