Search for collections on Undip Repository

UJARAN TABU DALAM ADAT PERNIKAHAN DI MASYARAKAT KELURAHAN POLOSIRI KABUPATEN SEMARANG: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK

Utama, Nuansa Arga Prasatya and Suyanto, Suyanto (2024) UJARAN TABU DALAM ADAT PERNIKAHAN DI MASYARAKAT KELURAHAN POLOSIRI KABUPATEN SEMARANG: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.

[thumbnail of Nuansa Arga Prasatya Utama 13010120130090.pdf] Text
Nuansa Arga Prasatya Utama 13010120130090.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Utama, Nuansa Arga Prasatya. 2024. “Ujaran Tabu dalam Adat Pernikahan di Masyarakat Kelurahan Polosiri Kabupaten Semarang: Kajian Antropolinguistik”. Skripsi (S-1) Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Dosen Pembimbing Dr. Suyanto, M.Si. Masyarakat Kelurahan Polosiri, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah masih mempercayai dan mengamalkan kebudayaan Jawa, terutama dalam adat pernikahan yang kaya akan tradisi dan nilai-nilai adat. Salah satu aspek adat berupa penggunaan ujaran tabu atau larangan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna kultural, makna leksikal, dan bentuk ujaran tabu dalam adat pernikahan di masyarakat Kelurahan Polosiri. Metode yang digunakan adalah metode penelitian oleh
Soedaryanto berupa penelitian yang berbentuk deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data simak libat cakap dan menggunakan metode analisis data agih dan padan. Teori yang digunakan adalah teori tabu dan kategorinya oleh Wardhaugh yang mengartikan tabu sebagai larangan tanpa sanksi sosial ataupun hukum dan Antropolinguistik sebagai induk teorinya. Adat pernikahan dibagi menjadi tiga yaitu adat sebelum pernikahan, upacara pernikahan, dan adat setelah pernikahan. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga data dalam adat sebelum
pernikahan antara lain ngalor ngidul atau ngetan ngulon, hari naas, dan tumpuk netu. Kemudian, terdapat sepuluh data dalam upacara perkwinan antara lain dipingit, larangan dalam mbuak wulu kalong atau mbuak sesuker, adat ngelangkahi, larangan dalam ngidak telur, tidak boleh buang air panas, tidak boleh nyapu, tuku bukan njaluk, gentong dijarik tidak boleh dikuras, kamar pengantin tidak boleh dimasuki orang lain, dan tidak boleh makan pakai daun. Terakhir, tidak ditemukan data dalam adat setelah pernikahan karena sudah mengikuti aturan dari pemerintah ataupun hukum agama. Hasil penelitian lainnya menunjukkan makna kultural ujaran tabu dalam adat pernikahan berisikan aturan yang berperan dalam menjaga keharmonisan keluarga, memuliakan wanita, menghormati saudara, menjaga
kesucian, memastikan datangnya rezeki, dan menjaga privasi. Kemudian, terdapat hasil analisis bentuk leksikal ujaran berupa kata, frasa, dan kalimat serta terdapat kata yang proses morfologi yang terjadi pada kata yang bersifat polimorfemis untuk menjelaskan makna leksikal lebih lengkap.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 14 Aug 2025 04:32
Last Modified: 14 Aug 2025 04:32
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34541

Actions (login required)

View Item View Item