Hakim, Ilham Ibnul and Ahmad, Nur Fuzan (2024) SAJARAH PARA WALI: EDISI TEKS DAN DEKONSTRUKSI FIGUR SUNAN GUNUNG JATI. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
Ilham Ibnul Hakim 13010119130052.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Penelitian kualitatif filologi berobjek naskah Sajarah Para Wali koleksi Perpustakaan Universitas Leiden ini bertujuan memaparkan edisi teks dan mendekonstruksi figur Sunan Gunung Jati. Teori landasan ialah kritik teks dan dekonstruksi. Pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka. Data primer diperoleh dari pengkajian intensif atas teks: penyajian (menggunakan metode dan teknik kritik teks) serta penafsiran (mencakup penerjemahan—isi/makna—dan analisis isi). Dekonstruksi fokus pada wilayah terselubung. Data sekunder
diperoleh dari sumber-sumber lain. Hasil analisis disajikan dengan teknik deskripsi-induktif. Hasil penelitian memaparkan konteks umum: naskah sejarah wali-wali Jawa; sacred legend and genealogies of Muslim saints; naskah-naskah warisan Snouck Hurgronje. Edisi teks dan terjemahan memuat suntingan teks;
1917 apparatus criticus; 592 catatan terjemahan. Kritik teks mengungkapkan bahwa teks naskah Leiden, merupakan historiografi tradisional berbentuk tembang; dianggap karya sastra sejarah; ditulis dalam bahasa Jawa ngoko dialek Cirebon; diperkaya unsur-unsur serapan bahasa Arab, Kawi, Melayu; terdapat dua jenis pungtuasi; ditemukan deliberate interpolation. Dekonstruksi figur Sunan Gunung Jati menghasilkan invensi, berturut “yang lain”: 1. figur mitis, bahwa manusia dan dunia saling meresapi: kemungkinan-kemungkinan mengenai diri Sunan yang “ada” dihubungkan dengan diri ayah dan leluhurnya; maujud dalam pertalian dengan anggota suku yang terkemuka; diresapi oleh kekuatan transenden, sesuai genealogi mitisnya dari ibu Syarifah Mudā‟īm/Rara Santang; 2. figur ontologis, bahwa selalu ada perkembangan dimana manusia membuat sejarah: berlangsung identifikasi diri, yakni terjadi pembentukan batin-batin individu dalam jiwa pribadi Sunan; setakat cara identitas diri dipandang dalam kronik sejarah menempatkan pengarang teks SPW pada berbagai perspektif, seperti dapat dipahami melalui uraian dilatasi, mulai dari lahir dengan nama Syarif Hidāyatullāh dan seterusnya; 3. figur fungsional, bahwa kebatinan timbul karena pengaruh dari faktor-faktor ekstern: figur Sunan tidak ditonjolkan lagi dalam keagungannya, melainkan sebagai tokoh historis yang konkret sebagai syarif, santri pengembara, sufi, ahli tarekat mu’tabarah, guru, ahli fikih, wali/penyebar agama Islam, kepala Negara Carbon dan pemerintahan teokrasi Islam; yang masing-masing maujud dalam fungsionalitasnya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 04:30 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 04:30 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34537 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
