Pakerti, Falah Ageng and Tiani, Riris (2024) GANGGUAN FONETIK PENYANDANG DOWN SYNDROME DI SLBN KARANGANYAR KABUPATEN KARANGANYAR. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
FALAH AGENG PAKERTI 13010119140108.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Pakerti, Falah Ageng. 2024. Gangguan Fonetik Penyandang Down Syndrome di SLBN Karanganyar Kabupaten Karanganyar. Departemen Susastra, Program Studi Sastra Indonesia, Program Sarjana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang. Pembimbing: Riris Tiani,S.S.,M.Hum. Down syndrome adalah kelainan berlebihnya kromosom 21 yang menyebabkan masalah fisik dan mental. kelainan tersebut mengakibatkan kemampuan berbahasa anak Down syndrome terganggu disebabkan karena masalah pada artikulator yang tidak sempurna. Kekurangan inilah yang membuat anak penderita Down syndrome mengalami gangguan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan pelafalan bunyi vokal dan konsonan, dan 2) mendeskripsikan pola-pola penyimpangan fonologi yang terjadi. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan subjek jamak. Penelitian ini terdiri dari tiga informan yang merupakan penderita Down syndrome di SLBN Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cakap dengan teknik pancingan dan teknik lanjutan yaitu rekan
secara audiovisual. Selanjutnya, data hasil rekaman ditranskripsikan dalam bentuk fonetis dan fonemis. Setelah data terkumpul, kemudian dianlisis dengan metode padan fotenis artikulatoris. Hasil penelitian ini adalah peafalan bunyi vokal dan konsonan dan polapola penyimpangan fonologi pada ketiga informan. kesimpulan bahwa ketiga informan sudah menguasai bunyi vokal dan bunyi konsonan, namun para informan tidak mampu mengucapkan bunyi konsonan, seperti informan 1 bunyi konsonan /z/, /sy/,/ny/,/y/,/x/ informan 2 bunyi konsonan /sy, /ny/, /x/ dan informan 3 bunyi konsonan /z/, /sy/, /ny/, dan /x/. Tururan anak Down syndrome ditemukan pola - pola penyimpangan fonologi, yaitu penghilangan fonem dan pergantian fonem pada
data tuturan anak Down syndrome. Apabila hasil penelitian ketiga informan dibandingkan, maka informan 2 lebih unggul. Kemudian disusul informan 3 dan terakhir informan 1. Hal tersebut membuktikan bahwa usia bukan menjadi tolok ukur keberhasilan berbahasa pada anak penderita Down syndrome
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 04:24 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 04:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34535 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
