Fata, Muhammad Ibnul and Widyawati, Ken (2024) NASKAH WICARA DORA TUWIN WICARA TEMEN TUMRAP ING DALEM SASRAWUNGAN (Suntingan Teks Disertai Kajian Semiotik). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.
|
Text
Muhammad Ibnul Fata 13010120130081.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Naskah Wicara Dora Tuwin Wicara Temen Tumrap ing dalem Sasrawungan adalah salah satu karya sastra Jawa yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah ini bernomor NB 1090 yang terdiri dari 26 halaman dengan 21 halaman isi dan 5 halaman kosong yang ditulis dengan tulisan tangan beraksara
Jawa. Naskah tersebut merupakan karya sastra berjenis piwulang yang berisi tentang ajaran-ajaran yang bermanfaat. Penelitian terhadap naskah ini bertujuan untuk mendapatkan suntingan teks berupa transliterasi dan mengungkap makna melalui tanda-tanda yang terdapat dalam naskah Wicara Dora Tuwin Wicara
Temen Tumrap ing dalem Sasrawungan. Ada dua Metode yang digunakan dalam menganalisis naskah tersebut, yaitu metode filologi dan metode semiotik. Metode filologi digunakan untuk menggarap naskah WDTWT. Metode semiotik digunakan
untuk menganalisis teks naskah untuk mengetahui makna apa saja yang terkandung dalam teks naskah melalui pembacaan tanda-tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemaknaan yang dilakukan terhadap naskah WDTWT merepresentasikan
pada realitas kehidupan sosial masyarakat saat ini. Seperti ikon guru dalam naskah merupakan ikon penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter. Guru dianggap sebagai sosok yang memberi teladan bagi murid-muridnya, tidak hanya
dalam hal akademis, tetapi juga dalam hal moral dan perilaku. Terdapat juga indeks berbicara bohong yang mempunyai dampak negatif seperti membuat hati tidak senang, kehilangan kepercayaan, tidak dihormati, menimbulkan kesengsaraan, dan
lain-lain. Sebaliknya, berbicara jujur dapat membawa dampak positif seperti meredakan ketegangan, memperkuat hubungan sosial, dan membangun kepercayaan. Terdapat juga simbol singa yang digunakan sebagai simbol kekuatan dalam berbicara yang dapat dimanfaatkan dengan baik atau buruk. Ada pula simbol
para sepuh dalam naskah WDTWT dijadikan simbol pengetahuan dan pengalaman yang dapat dijadikan pedoman oleh generasi muda. Dengan demikian, analisis semiotik membantu kita memahami pesan moral dan nilai-nilai yang ingin
disampaikan dalam naskah ini, yaitu pentingnya integritas dan kejujuran dalam berkomunikasi serta menghargai peran pendidikan dan tradisi dalam pembentukan karakter individu dan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature |
| Depositing User: | Mr UPT Perpus Undip |
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 06:44 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 06:44 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34500 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
