Search for collections on Undip Repository

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PASAMBAHAN MANJAPUIK MARAPULAI PADA UPACARA PERNIKAHAN ADAT MINANGKABAU DI NAGARI TANJUANG, KECAMATAN SUNGAYANG, KABUPATEN TANAH DATAR, PROVINSI SUMATERA BARAT (Kajian Pragmatik)

Suhanda, Rahmad and Hermintoyo, Muhamad (2024) IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM PASAMBAHAN MANJAPUIK MARAPULAI PADA UPACARA PERNIKAHAN ADAT MINANGKABAU DI NAGARI TANJUANG, KECAMATAN SUNGAYANG, KABUPATEN TANAH DATAR, PROVINSI SUMATERA BARAT (Kajian Pragmatik). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU BUDAYA.

[thumbnail of Rahmad Suhanda 13010120140047.pdf] Text
Rahmad Suhanda 13010120140047.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Suhanda, Rahmad. 2024. “Implikatur Percakapan dalam Pasambahan Manjapuik Marapulai pada Pernikahan Adat Minangkabau di Nagari Tanjuang, Kecamatan
Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Kajian Pragmatik)”. Skripsi (S1) Ilmu Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Dosen pembimbing Drs. Muhamad Hermintoyo, M.Pd. Budaya Minangkabau, pesan sering kali disampaikan dengan menggunakan keindahan bahasa yang mengandung implikatur dan makna tersirat didalamnya.
Salah satu contohnya adalah Pasambahan Manjapuik Marapulai. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas implikatur yang ada dalam Pasambahan Manjapuik Marapulai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikatur percakapan dan
fungsi implikatur dalam Pasambahan Manjapuik Marapulai. Teori yang digunakan adalah teori pragmatik dengan fokus implikatur model Grice. Metode penyediaan data melalui teknik simak dan catat. Teknik ini melibatkan pendengaran ulang pasambahan dari rekaman untuk transkripsi. Data berupa tuturan percakapan tokoh
adat yang diperoleh dari saluran YouTube Doddy Sutan Bakareh dalam judul video Adat Manjapuik Marapulai berdurasi 19:55 menit. Kemudian data dianalisis menggunakan metode padan, mempertimbangkan konteks dan situasi tuturan dalam
bahasa Minangkabau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 2 jenis implikatur, yaitu implikatur konvensional dan nonkonvensional. Implikatur percakapan jenis
nonkonvensional lebih dominan dibandingkan dengan implikatur percakapan jenis konvensional. Hal ini disebabkan oleh pasambahan adat yang menggunakan banyak kalimat perumpamaan yang memerlukan pemahaman dan pengetahuan khusus. Selanjutnya, ditemukan beberapa fungsi implikatur, yaitu asertif, ekspresif, direktif, komisif, dan representatif. Fungsi implikatur yang paling sering digunakan adalah fungai asertif. Hal ini disebabkan karena Pasambahan Manjapuik Marapulai ini
merupakan pasambahan yang berbentuk musyawarah atau perundingan, sehingga banyak terdapat fungsi asertif untuk menyatakan, mengusulkan, dan menyimpulkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Mr UPT Perpus Undip
Date Deposited: 14 Aug 2025 06:51
Last Modified: 14 Aug 2025 06:51
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34482

Actions (login required)

View Item View Item