PRASETYO, DIKKA and Martini, Rina (2025) CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR): STRUKTURISASI KEKUASAAN DAN NEGOSIASI DESA (Studi Kasus: Program Pemberdayaan Masyarakat di Desa Juwiring, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten). Masters thesis, Master Program In Political Science.
|
Text
Cover 0.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (382kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (928kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (879kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (153kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Published Version Download (113kB) |
Abstract
ABSTRAK
Program Corporate Social Responsibility (CSR) telah mengalami transformasi
signifikan dari aktivitas filantropi menjadi instrumen strategis pembangunan yang
membentuk relasi kekuasaan kompleks di tingkat desa. Penelitian ini menganalisis
bagaimana program CSR PT Tirta Investama di Desa Juwiring, Kecamatan
Juwiring, Kabupaten Klaten membentuk struktur dan interelasi kekuasaan, serta
bagaimana desa melakukan negosiasi dalam struktur kekuasaan tersebut. Dengan
menggunakan kerangka teoritis strukturisasi Anthony Giddens dan konsep
kekuasaan Michel Foucault, penelitian ini bertujuan memahami dinamika
pembentukan struktur kekuasaan melalui program CSR dan strategi negosiasi
yang dikembangkan desa dalam menghadapi asimetri kekuasaan dengan aktor
korporasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus
instrumental, melibatkan 12 informan kunci yang merepresentasikan berbagai
aktor dalam struktur kekuasaan. Data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen selama periode April 2024-
April 2025. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa program CSR
menciptakan manifestasi dualitas struktur di mana struktur kekuasaan yang ada
membentuk program CSR sekaligus ditransformasi olehnya melalui pergeseran
dari aturan formal ke kesepakatan informal, demokratisasi pengambilan
keputusan, dan pembentukan institusi baru seperti Forum Relawan Irigasi.
Interelasi aktor membentuk konfigurasi kekuasaan segitiga antara PT Tirta
Investama, Yayasan Gita Pertiwi, dan pemerintah desa, dengan BAPPERIDA dan
Dispermasdes berperan sebagai mediator kekuasaan di tingkat kabupaten.
Desa Juwiring mengembangkan strategi negosiasi multidimensional yang meliputi
mobilisasi dukungan masyarakat melalui pembangunan konsensus internal,
strategi negosiasi multipihak yang adaptif, pemanfaatan sumber daya lokal
sebagai modal politik, dan artikulasi kepentingan lokal dalam program CSR.
Meskipun berhadapan dengan asimetri kekuasaan, desa menunjukkan kapasitas
agensi yang signifikan dalam mentransformasi program CSR dari intervensi
temporer menjadi aset pembangunan jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi
pada pemahaman teoritis tentang aplikasi teori strukturisasi dalam konteks CSR
dan memberikan wawasan praktis untuk pengembangan program CSR yang lebih
responsif terhadap konteks dan aspirasi lokal. Temuan ini menunjukkan
pentingnya mengakui desa sebagai aktor aktif dalam kemitraan pembangunan,
bukan sekadar penerima pasif program CSR.
Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, strukturisasi kekuasaan, negosiasi
desa, teori strukturisasi, teori negosiasi, pemberdayaan masyarakat, Desa
Juwiring.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | Febriana MIPOL |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 07:24 |
| Last Modified: | 24 Jul 2025 02:11 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34454 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
