Search for collections on Undip Repository

TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM FESTIVAL BUDAYA ADAT MATANGGAUK (PENOBATAN RAJA) DI KABUPATEN TOLITOLI SULAWESI TENGAH

Astuti, Endang Puji (2023) TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM FESTIVAL BUDAYA ADAT MATANGGAUK (PENOBATAN RAJA) DI KABUPATEN TOLITOLI SULAWESI TENGAH. Masters thesis, Faculty Of Humanities.

[thumbnail of Endang Puji Astuti_13020321410001_MLI.pdf] Text
Endang Puji Astuti_13020321410001_MLI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait fungsi, bentuk dan
makna tindak tutur direktif dan faktor-faktor sosial yang memengaruhi tindak
tutur direktif dalam festival budaya adat matanggauk di kab. Tolitoli. Penelitian
ini menggunakan teori tindak tutur milik Saerle dengan menekankan pada aspek
kalimat dalam tuturan untuk memudahkan menemukan bentuk, fungsi dan
makna tindak tutur direktif. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif
kualitatif. Teknik Pengumpulan data berupa observasi non partisipasi diikuti
wawancara kepada informan untuk konfirmasi data. Metode dalam penelitian ini
menggunakan metode triangulasi data yang terdiri dari 2 tahap yaitu
mengumpulkan data melalui rekaman video kemudian mengkonfirmasi secara
langsung kepada informan. Tuturan didapatkan dari tuturan yang digunakan oleh
dewan adat, bupati dan calon raja dalam rangkaian prosesi adat matanggauk.
Hasil penelitian menemukan terdapat 7 (tujuh) rangkaian prosesi adat
matanggauk yang di dalam setiap rangkaian terdapat fungsi, bentuk dan makna
tindak tutur direktif. Fungsi tindak tutur direktif permohonan atau permintaan
ditemukan dalam rangkaian prosesi adat monoeng bandela dan monodokan
bandela, pembacaan doa bersama dan prosesi memegangs tatapan (penobatan
raja). Fungsi tindak tutur direktif bertanya ditemukan pada rangkaian prosesi
penyambutan raja dan prosesi pencucian (pembasuhan) kaki raja. Fungsi tindak
tutur direktif pemberian izin ditemukan pada prosesi penyambutan raja. Fungsi
tindak tutur perintah ditemukan dalam prosesi adat pencucian (pembasuhan)
kaki raja, pergantian baju kebesaran raja, prosesi memegang tatapan (penobatan
raja) dan prosesi deklarasi disertai pengangkatan keris kerajaan. Fungsi tindak
tutur tersebut dapat ditandai dengan masing-masing satuan lingual, dengan
bentuk tuturkan secara langsung dan tidak langsung. Faktor sosial yang
memengaruhi tindak tutur direktif adalah faktor status sosial, jenis kelamin, usia,
tingkatan ekonomi dan pendidikan yang dipengaruhi oleh tuturan kesantunan
dan tercerminkan melalui pemilihan kata.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Magister of Linguistic
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 07 Jul 2025 06:58
Last Modified: 07 Jul 2025 06:58
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34447

Actions (login required)

View Item View Item