Arizal, Arizal and Hanura, Marten and Zuliyan, Muhammad Arief (2025) PERAN UNI AFRIKA DALAM MEDIASI KONFLIK TIGRAY MELALUI CoHA PADA MASA PEMERINTAHAN ABIY AHMED (2020-2022). Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Arizal_14050120140040_Revisi Sripsii-pages-1.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (997kB) |
|
|
Text
Arizal_14050120140040_Revisi Sripsii-pages-2.pdf - Submitted Version Download (480kB) |
|
|
Text
Arizal_14050120140040_Revisi Sripsii-pages-3.pdf - Submitted Version Download (747kB) |
|
|
Text
Arizal_14050120140040_Revisi Sripsii-pages-4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Arizal_14050120140040_Revisi Sripsii-pages-5.pdf - Submitted Version Download (200kB) |
|
|
Text
Arizal_14050120140040_Revisi Sripsii-pages-6.pdf - Submitted Version Download (649kB) |
Abstract
Konflik Tigray di Ethiopia, yang berlangsung sejak November 2020
hingga 2022, merupakan salah satu konflik bersenjata paling kompleks di
Afrika, yang menimbulkan dampak kemanusiaan besar-besaran dan
mengguncang stabilitas kawasan Tanduk Afrika. Dalam menghadapi situasi
ini, Uni Afrika (UA) berperan penting sebagai organisasi regional yang
memediasi proses perdamaian antara Pemerintah Ethiopia dan Front
Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peran Uni Afrika dalam mediasi konflik Tigray melalui
Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) yang ditandatangani pada 2
November 2022 di Pretoria, Afrika Selatan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode eksplanatif, serta menggunakan teori
organisasi internasional, khususnya pemikiran Clive Archer mengenai peran
organisasi internasional sebagai instrumen, arena, dan aktor. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Uni Afrika tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator,
tetapi juga sebagai aktor independen yang mengambil inisiatif strategis,
termasuk penunjukan mediator dan pembentukan kerangka kerja damai.
Meskipun mediasi CoHA merupakan pencapaian penting, tantangan masih
dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan, seperti pelucutan senjata,
pengawasan kemanusiaan, dan keterlibatan pihak eksternal seperti Eritrea.
Studi ini menegaskan bahwa efektivitas Uni Afrika sebagai mediator sangat
dipengaruhi oleh kapasitas kelembagaan, dinamika politik domestik
Ethiopia, serta dukungan aktor internasional. Penelitian ini memberikan
kontribusi terhadap studi hubungan internasional, khususnya mengenai
efektivitas organisasi regional dalam menciptakan perdamaian berkelanjutan
di Afrika.
Kata Kunci: Uni Afrika, Konflik Tigray, CoHA, Mediasi, Organisasi
Internasional, Diplomasi Regional
92. Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 03:37 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 03:37 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34434 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
