Suwanto, Yustiana Arie and Lestari, Endang Sri and Mujahidah, Mujahidah and Winarto, Winarto and FIRMANTI, STEFANI CANDRA (2025) Faktor Risiko Kolonisasi Staphylococcus aureus pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK TESIS (dr. Yustiana Arie Suwanto))
ABSTRAK TESIS (dr. Yustiana Arie Suwanto).pdf Download (188kB) |
Abstract
Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan flora normal yang dapat berkolonisasi tanpa gejala, terutama di nares anterior. Sekitar 20–30% individu sehat merupakan pembawa asimtomatik dan berpotensi menularkan. Penelitian ini penting sebagai skrining kolonisasi pada mahasiswa kedokteran yang terlibat praktik klinis.
Tujuan penelitian: mengetahui dan menganalisis prevalensi, faktor risiko dan pola resistensi kolonisasi S. aureus pada mahasiswa sebelum dan sesudah koas.
Metode penelitian: Desain penelitian adalah cross sectional. Subyek merupakan mahasiswa Kedokteran Universitas Wahid Hasyim. Sampel swab diambil dari nares anterior dengan cotton swab steril, dimasukkan ke dalam media Amies. Nasal swab dikultur pada media Blood agar (BA) dan Mannitol Salt agar (MSA). Identifikasi S. aureus pada BA dilihat dari koloni morfologi, hemolisis, katalase, koagulase dan pengecatan gram. Pada MSA, identifikasi S. aureus ditunjukkan dengan koloni warna kuning keemasan. Test resistensi terhadap antibiotik dilakukan sesuai dengan CLSI.
Hasil: Sebanyak 128 mahasiswa menjalani skrining selama periode Januari–Maret 2025, terdiri dari 72 mahasiswa sebelum koas dan 56 mahasiswa setelah koas. Prevalensi kolonisasi S. aureus ditemukan pada 11 dari 128 responden (8,6%). Dari 11 kasus kolonisasi tersebut, satu di antaranya merupakan MRSA, sehingga prevalensi MRSA sebesar 9%.
Merokok (RP 6,131 ; IK 95%: 1,652-22,758) dan jarang cuci tangan (RP 18,857 ; IK 95%: 4,597-77,351) merupakan faktor risiko signifikan terhadap kolonisasi S. aureus. Pola resistensi S. aureus terhadap eritromisin (64%), klindamisin (64%), tetrasiklin (18%), gentamisin (9%), klorampenikol (9%), trimethoprim sulfometoksazol (0%).
Simpulan : Kolonisasi S. aureus sebanyak 8,6% dan MRSA sebanyak 9%. Merokok dan jarang cuci tangan merupakan faktor risiko kolonisasi S. aureus.
Kata kunci: kolonisasi, Staphylococcus aureus, faktor risiko, mahasiswa kedokteran
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kolonisasi, Staphylococcus aureus, faktor risiko, mahasiswa kedokteran |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 04 Jul 2025 06:03 |
| Last Modified: | 04 Jul 2025 06:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34380 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
