Darma Yanti, Ni Made Arie and Alfirdaus, Laila Kholid and Martini, Rina (2025) GOLONGAN PUTIH (GOLPUT) DAN BUDAYA POLITIK MASYARAKAT URBAN KOTA DENPASAR (Studi Kasus Pemilihan Wali Kota Denpasar Tahun 2020). Masters thesis, Master Program In Political Science.
|
Text
COVER 0.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Published Version Download (798kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Published Version Download (362kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Published Version Download (331kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Published Version Download (125kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (193kB) |
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji fenomena golongan putih (Golput) dan budaya
politik Masyarakat urban Kota Denpasar dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil
Wali Kota Denpasar Tahun 2020 yang ditandai dengan tingginya angka
ketidakikutsertaan pemilih sebesar 46%, melalui pendekatan kualitatif dengan
teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan masyarakat
untuk tidak menggunakan hak pilihnya serta budaya politik Masyarakat urban kota
Denpasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik masyarakat urban
Kota Denpasar merupakan refleksi dari kecenderungan individu yang berkembang
menjadi tindakan kolektif. Dua faktor utama yang memengaruhi keputusan untuk
golput adalah faktor teknis dan faktor politis. Faktor teknis meliputi kekhawatiran
terhadap penyebaran Covid-19, persoalan administratif seperti ketidakterdaftaran
dalam DPT atau tidak menerima undangan memilih serta keterbatasan waktu
karena pekerjaan.
Sementara itu, faktor politis mencakup ketidakpercayaan terhadap sistem
politik, minimnya pilihan kandidat yang kompetitif, dan kurangnya sosialisasi yang
efektif selama masa pandemi. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa budaya
politik masyarakat urban Kota Denpasar bersifat campuran, yakni terdiri atas
budaya politik parokial dan budaya politik partisipan. Sikap apatis, ketiadaan
keterlibatan politik dan ketidakpercayaan mencerminkan budaya politik parokial.
Sisi lain, kesadaran terhadap hak pilih, respons terhadap isu politik, serta ekspektasi
terhadap kualitas kepemimpinan menunjukkan adanya kecenderungan budaya
politik partisipan. Dengan demikian, golput dalam konteks ini tidak semata-mata
sebagai bentuk ketidakpedulian, tetapi juga sebagai ekspresi dari kompleksitas
dinamika politik dan sosial masyarakat urban.
Kata Kunci: Golput, Budaya Politik, Perilaku Pemilih, Pilwali Denpasar 2020
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Master Program in Political Science |
| Depositing User: | Febriana MIPOL |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 07:27 |
| Last Modified: | 08 Jul 2025 05:32 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34366 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
