Search for collections on Undip Repository

EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN NANOPARTIKEL EKSTRAK Andrographis paniculata PADA TIKUS YANG DIINFEKSI Listeria monocytogenes

Atmaja, Nawasyifa and Susilaningsih, Neni and Farida, Helmia (2025) EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN NANOPARTIKEL EKSTRAK Andrographis paniculata PADA TIKUS YANG DIINFEKSI Listeria monocytogenes. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of JUDUL-ABSTRAK] Text (JUDUL-ABSTRAK)
JUDUL_page-0001.pdf

Download (1MB)

Abstract

LATAR BELAKANG : Infeksi Listeria memicu produksi Reactive Oxygen Species (ROS) dan penumpukan limbah radikal dalam tubuh inang seperti Malondialdehyde (MDA). Tanaman herbal tradisional Indonesia seperti Andrographis paniculata mampu memicu produksi enzim antioksidan Superoksida Dismutase (SOD) dan menekan perbanyakan bakteri dalam tubuh inangnya. Namun, senyawa fitokimia aktif dalam Sambiloto memiliki distribusi yang buruk karena ukurannya yang besar dan berat molekulnya. Teknologi nanopartikel dapat mengatasi masalah ini dengan meningkatkan bioavailabilitas dan mengoptimalkan manfaat farmakologi herbal.
TUJUAN : untuk mengevaluasi efektivitas nanopartikel ekstrak A. paniculata dalam meningkatkan eliminasi bakteri, meningkatkan kadar SOD, dan menurunkan kadar MDA pada tikus yang terinfeksi L. monocytogenes
METODE : Penelitian eksperimental dengan desain post test only controlled trial menggunakan 30 ekor tikus putih jantan (Rattus novergicus strain Wistar) yang dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari Kelompok Normal (N), Kelompok Kontrol Negatif (K-), Kelompok Ekstrak Kasar A. paniculata (EAP-200), dan
Kelompok Ekstrak Nanopartikel A. paniculata dengan 3 dosis berbeda (nEAP-100, nEAP-200, dan nEAP-400). Jumlah koloni diukur dengan metode Total Plate Count. Kadar SOD dan MDA diukur dengan metode kolorimetri. Analisis data dilakukan dengan uji statistik One Way ANOVA (untuk TPC darah, SOD, dan
MDA) dan uji Kruskal Wallis (untuk TPC hepar) dengan signifikansi p=0,05 atau p=0,01.
HASIL : Jumlah bakteri L. monocytogenes dari sampel darah dan hepar pada ekstrak A. paniculata dalam berbagai dosis dan bentuk secara signifikan lebih rendah dibandingkan kontrol negatif (p=0,05). Kadar SOD ekstrak A. paniculata berbagai dosis dan bentuk jauh lebih tinggi dibandingkan kontrol negatif (p=0,01), sedangkan kadar MDA ekstrak A. paniculata berbagai dosis dan bentuk jauh lebih rendah dibandingkan kontrol negatif (p=0,01).
KESIMPULAN : Ekstrak A. paniculata dengan berbagai dosis dan bentuk, meningkatkan clearance bakteri, meningkatkan kadar SOD, dan menurunkan kadar MDA pada tikus yang terinfeksi L. monocytogenes. Dosis 200 mg/kgBB dalam bentuk nanopartikel merupakan dosis yang paling optimum dalam meningkatkan
clearance bakteri, meningkatkan kadar SOD, dan menurunkan kadar MDA pada tikus yang terinfeksi L. monocytogenes.
Kata Kunci: Listeria monocytogenes; Nanopartikel; Andrographis paniculata; Antibakteri; Antioksidan

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Listeria monocytogenes; Nanopartikel; Andrographis paniculata; Antibakteri; Antioksidan
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program in Biomedical Science
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 02 Jul 2025 06:57
Last Modified: 02 Jul 2025 06:57
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34171

Actions (login required)

View Item View Item