Setiawan, Rifky Amanullah and Hudaya, Maula (2025) AKTIVISME GERAKAN FEMEN TERHADAP NATIONAL ACTION PLAN (NAP) 1325 PEMERINTAHAN UKRAINA DALAM PERWUJUDAN KESETARAAN GENDER. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover Skripsi.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (850kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (265kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (220kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Download (123kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (215kB) |
Abstract
Gerakan Femen merupakan gerakan feminis radikal asal Ukraina yang muncul
sejak 2008 dan menjadi sorotan global karena metode protesnya yang
kontroversial seperti aksi topless dan teatrikal. Di tengah situasi sosial-politik
yang kompleks, termasuk konflik di wilayah Donbas dan maraknya kekerasan
berbasis gender, Femen hadir sebagai aktor non-negara yang melakukan tekanan
terhadap pemerintah Ukraina agar memperhatikan isu-isu kesetaraan gender dan
hak perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya advokasi
yang dilakukan Gerakan Femen berkontribusi terhadap terciptanya iklim politik
yang mendorong pengesahan National Action Plan (NAP) 1325 oleh Pemerintah
Ukraina pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif, dan mengacu pada konsep Transnational Advocacy
Network (TAN) oleh Keck dan Sikkink, dengan empat taktik utama yaitu
information politics, symbolic politics, leverage politics, dan accountability
politics. Data diperoleh melalui studi pustaka dari berbagai sumber sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Gerakan Femen tidak
secara langsung terlibat dalam penyusunan NAP 1325, namun tekanan simbolik
dan politis yang mereka bangun mampu menggugah opini publik serta menarik
perhatian internasional terhadap pentingnya peran perempuan dalam keamanan
dan perdamaian. Taktik symbolic politics dan information politics yang mereka
gunakan berhasil menciptakan krisis legitimasi terhadap institusi patriarkal,
sedangkan leverage dan accountability politics mendorong negara untuk
merespons dengan kebijakan konkret. Pengesahan NAP 1325 menjadi bukti
keberhasilan gerakan sosial dalam menciptakan perubahan melalui advokasi
transnasional.
Kata kunci: Gerakan Femen, Kesetaraan gender, Ukraina, Jaringan
Advokasi Transnasional
61 Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2025 03:36 |
| Last Modified: | 02 Jul 2025 03:36 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34154 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
