Barus, Paulino Deo Pramana and Hanura, Marten (2025) DELEGITIMASI GEREJA ORTODOKS UKRAINA - PATRIARKAT MOSKOW: PROSES SEKURITISASI PEMERINTAH UKRAINA PASCA INVASI SKALA PENUH RUSIA. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (547kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf - Submitted Version Download (513kB) |
|
|
Text
Bab 2.pdf - Submitted Version Download (569kB) |
|
|
Text
Bab 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
Bab 4.pdf - Submitted Version Download (95kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf - Submitted Version Download (255kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (342kB) |
Abstract
Pada tahun 2022 Rusia melakukan invasi skala penuhnya ke Ukraina
sebagai respon dari tidak dipenuhinya tuntutan penahanan ekspansi NATO ke
Ukraina. Invasi ini turut melibatkan dimensi religius, terutama Ortodoksi.
Dukungan Gereja Ortodoks Rusia terhadap invasi yang dilakukan Rusia mendapat
kecaman dari Gereja Ortodoks Ukraina. Di sisi lain, perhatian juga tertuju kepada
UOC-MP sebagai Gereja Patriarkat Moskow di Ukraina. UOC-MP mendapat
banyak persepsi negatif setelah invasi karena dianggap berhubungan dengan negara
agresor, mendukung invasi dan dianggap menyebarkan doktrin Dunia Rusia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses delegitimasi
pemerintah Ukraina terhadap UOC-MP pasca invasi skala penuh Rusia tahun 2022-
2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif dan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori sekuritisasi
yang dikemukakan Buzan, Wæver, dan de Wilde untuk menganalisis kasus ini.
Penelitian ini juga menggunakan kerangka modifikasi sekuritisasi versi Mona
Kawal Sheikh yang menempatkan agama/doktrin sebagai objek referensi.
Penelitian ini juga menambahkan konsep sekuritisasi lainnya yaitu facilitating
condition untuk menilai penerimaan masyarakat terhadap diskursus keamanan yang
dibangun.
Penelitian ini menemukan jika proses delegitimasi kepada UOC-MP
bermula dari potensi ancaman eksistensial bagi keamanan nasional Ukraina dan
juga terhadap nilai independensi spiritual yang ditunjukkan UOC-MP. UOC-MP
dianggap berhubungan dengan Rusia, mendukung invasi, dan terlibat dalam
indoktrinasi doktrin Dunia Rusia. Pemerintah Ukraina kemudian melakukan
delegitimasi terhadapnya melalui proses sekuritisasi yang berujung pada penerapan
Undang-Undang Nomor 3894 yang melarang aktivitas ROC di Ukraina dan
pengaturan terhadap organisasi keagamaan yang berafiliasi dengan negara agresor,
pemindahan status aset Gerejawi serta penangkapan imam-imam yang dianggap
mendukung dan berkolaborasi dengan Rusia.
Kata kunci: UOC-MP, Sekuritisasi, Speech Act, Independensi spiritual, Keamanan
Nasional
52 Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2025 03:13 |
| Last Modified: | 02 Jul 2025 03:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34144 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
