HIDAYAT, FAHREZA FAUZAN and Windiani, Reni (2025) BUDAYA LOKAL ACEH “PEUMULIA JAMEE” SEBAGAI BENTUK NILAI HUMAN SECURITY DALAM MENERIMA PENGUNGSI ROHINGYA DI ACEH. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover 1-14_Skripsi Fahreza Fauzan H_14050121140063.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (997kB) |
|
|
Text
Bab 1 15-46_Skripsi Fahreza Fauzan H_14050121140063.pdf - Submitted Version Download (678kB) |
|
|
Text
Bab 2 47-77_Skripsi Fahreza Fauzan H_14050121140063.pdf - Submitted Version Download (963kB) |
|
|
Text
Bab 3 78-98_Skripsi Fahreza Fauzan H_14050121140063.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (508kB) |
|
|
Text
Bab 4 99-101_Skripsi Fahreza Fauzan H_14050121140063.pdf - Submitted Version Download (223kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka 102-109-Skripsi Fahreza Fauzan H_14050121140063.pdf - Submitted Version Download (417kB) |
|
|
Text
Lampiran 110-123_Skripsi Fahreza Fauzan H_14050121140063.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (561kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai budaya lokal
Peumulia Jamee dalam masyarakat Aceh dapat berfungsi sebagai bentuk praksis
dari konsep Human Security dalam merespons kedatangan pengungsi Rohingya ke
wilayah Aceh. Nilai budaya ini telah lama mengakar dalam kehidupan sosial
masyarakat Aceh dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap tamu, solidaritas,
serta gotong royong, yang secara praktis termanifestasi dalam penyambutan dan
perlindungan terhadap para pengungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode studi pustaka dan dokumentasi, serta kerangka konseptual
yang berfokus pada tiga pilar utama Human Security yang paling relevan dalam
kasus ini, yaitu food security, shelter security, dan community security.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan masyarakat Aceh seperti
pemberian makanan, tempat tinggal sementara, dan penerimaan sosial yang inklusif
terhadap para pengungsi merupakan bentuk perlindungan non-negara yang efektif
dalam menjamin akses terhadap kebutuhan dasar manusia. Nilai Peumulia Jamee
terbukti bukan hanya sebagai ekspresi kultural, tetapi juga sebagai instrumen sosial
yang mendukung realisasi keamanan manusia dalam konteks kemanusiaan lintas
batas. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal dapat menjadi pilar penting
dalam paradigma Human Security, terutama di wilayah yang memiliki solidaritas
komunitas yang kuat dan sistem nilai yang hidup.
Kata Kunci: Pengungsi rohingya, human security, UNDP, budaya peumulia jamee,
nelayan Aceh, perilaku masyarakat Aceh. Adat istiadat, norma lokal
56 Hubungan Internasional 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of International Relations |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 02 Jul 2025 02:33 |
| Last Modified: | 02 Jul 2025 02:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34128 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
