Search for collections on Undip Repository

PERTANGGUNGJAWABAN ORGANISASI INDONESIA FLYING CLUB DALAM KASUS KECELAKAAN PESAWAT LATIH TIPE TECNAM P2006T NOMOR REGIS PK-IFP DI BSD, BANTEN. _019 HI 2025

MAHARANI, SHABRINA ALIFIA and Prabandari, Adya Paramita and Susetyorini, Peni (2025) PERTANGGUNGJAWABAN ORGANISASI INDONESIA FLYING CLUB DALAM KASUS KECELAKAAN PESAWAT LATIH TIPE TECNAM P2006T NOMOR REGIS PK-IFP DI BSD, BANTEN. _019 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of SHABRINA ALIFIA MAHARANI_cover.pdf] Text
SHABRINA ALIFIA MAHARANI_cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (463kB)
[thumbnail of SHABRINA ALIFIA MAHARANI_abstrak.pdf] Text
SHABRINA ALIFIA MAHARANI_abstrak.pdf

Download (266kB)
[thumbnail of SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 1.pdf] Text
SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (347kB)
[thumbnail of SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 2.pdf] Text
SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (379kB)
[thumbnail of SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 3.pdf] Text
SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (451kB)
[thumbnail of SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 4.pdf] Text
SHABRINA ALIFIA MAHARANI_bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (260kB)
[thumbnail of SHABRINA ALIFIA MAHARANI_dapus.pdf] Text
SHABRINA ALIFIA MAHARANI_dapus.pdf

Download (245kB)

Abstract

Kecelakaan Pesawat merupakan peristiwa yang dapat mengancam keselamatan manusia dengan melibatkan beberapa pihak. Sebelum terjadinya kecelakaan pesawat sudah dilakukan pecegahan, namun tetap terjadi lantaran terdapat beberapa faktor. Di Indonesia, mempunyai sejumlah kasus kecelakaan pesawat sering disebabkan oleh faktor human error yang mencakup kesalahan pilot, petugas navigasi, atau pihak lainnya. Terdapat regulasi hukum nasional yang mengatur terkait kecelakaan pesawat dan standar pertanggungjawaban dari berbagai pihak yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan beberapa peraturan mengatur lebih lanjut. Secara Internasional hal tersebut diatur oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Salah satu contoh, kecelakaan pesawat tipe Tecnam P2006T nomor regis PK-IFP di BSD, Banten dibawah organisasi Indonesia Flying Club.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalis standar keamanan operasional yang berlaku untuk pesawat latih menurut hukum internasional dan hukum nasional dan mengetahui pertanggungjawaban dari pihak organisasi terkait dengan kecelakaan pesawat.Metode Penelitian yang digunakan ialah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus yang diperoleh dari sumber bahan hukum primer, sekunder dan tertier.
Hasil Penelitian menunjukan standar keamanan suatu pesawat menurut hukum internasional dilihat pada standar ICAO berserta 19 Annexes, hukum nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan berbagai peraturan turunan dari Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Untuk pertanggungjawaban Indonesia Flying Club harus sesuai dengan ketentuan dalam UU Penerbangan yaitu Prinsip pertanggungjawaban Strict Liability. Namun, hal tersebut masih diteliti lebih lanjut dikarenakan hasil investigasi terakhir bersifat laporan sementara sedangkan untuk menentukan pertanggungjawaban yang sebenarnya harus tertulis pada laporan akhir oleh KNKT.
Kata Kunci: Pertanggungjawaban, Indonesia Flying Club, Kecelakaan Pesawat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pertanggungjawaban, Indonesia Flying Club, Kecelakaan Pesawat
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 01 Jul 2025 04:15
Last Modified: 21 Aug 2025 02:52
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34091

Actions (login required)

View Item View Item