Search for collections on Undip Repository

PENGARUH SUPLEMENTASI KURKUMIN-PIPERINE TERHADAP BIOMARKER HIGH-SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN DAN MALONDIALDEHYDE PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ELEVASI SEGMEN ST YANG DILAKUKAN INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER

Alkaf, Fahri Husaini and Herminingsih, Susi and Bahrudin, Bahrudin and Nisa, Ulfatun (2025) PENGARUH SUPLEMENTASI KURKUMIN-PIPERINE TERHADAP BIOMARKER HIGH-SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN DAN MALONDIALDEHYDE PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DENGAN ELEVASI SEGMEN ST YANG DILAKUKAN INTERVENSI KORONER PERKUTAN PRIMER. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-TESIS] Text (ABSTRAK-TESIS)
ABSTRAK.pdf

Download (129kB)

Abstract

Latar Belakang: Stres oksidatif dan inflamasi sistemik berperan penting dalam patogenesis infark miokard akut elevasi segmen ST (IMA-EST). Kurkumin-Piperine telah diketahui memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi yang potensial.
Tujuan: Menilai pengaruh suplementasi kurkumin (Curcuma Xanthorrhiza) dengan penambahan piperine terhadap kadar biomarker stres oksidatif (malondialdehyde/MDA) dan inflamasi (high-sensitivity C-reactive protein/hsCRP), serta mengevaluasi keamanan suplementasi melalui parameter fungsi hati (SGOT, SGPT) dan ginjal (kreatinin, eGFR) pada pasien IMA-EST yang menjalani intervensi koroner perkutan primer (IKPP).
Metode: Penelitian eksperimental double-blind randomized controlled trial dilakukan pada 50 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok: intervensi 26 subjek (kurkumin-piperine 390 mg + 20 mg/hari selama 4 minggu) dan plasebo 24 subjek, dengan masing-masing kelompok diberikan dosis inisiasi 2 kapsul sebelum IKPP. Pengukuran kadar MDA dan hsCRP dilakukan pada tiga waktu (sebelum prosedur IKPP, 48–72 jam pasca IKPP, dan hari ke-28 pasca penyelesaian protokol penelitian). Keamanan dinilai melalui pemeriksaan SGOT, SGPT, kreatinin, dan eGFR.
Hasil: Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar MDA dan hsCRP antar kelompok pada setiap waktu pengukuran pasien IMA-EST yang menjalani IKPP. Namun, terjadi penurunan signifikan kadar MDA dalam kelompok intervensi antara pra dan pasca 48–72 jam (p = 0,024) dan hari ke-28 (p = 0,041). Tidak ditemukan perubahan signifikan pada hsCRP, SGOT, SGPT, eGFR, maupun kreatinin, kecuali peningkatan ringan kreatinin pada kelompok intervensi 48 jam pasca IKPP (p = 0,046), meski peningkatannya masih dalam batas normal.
Kesimpulan: Suplementasi kurkumin-piperine (Curcuma Xanthorrhiza) tidak berpengaruh terhadap proses inflamasi dan stres oksidatif pada pasien IMA-EST yang menjalani IKPP dibandingkan plasebo. Namun aman dan mungkin berpotensi mengurangi stres oksidatif pasca-IKPP, meski belum cukup kuat menurunkan inflamasi sistemik.
Kata Kunci: Kurkumin, Piperine, hsCRP, MDA, IMA-EST, SGOT, SGPT, eGFR, Kreatinin, Curcuma Xanthorrhiza

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kurkumin, Piperine, hsCRP, MDA, IMA-EST, SGOT, SGPT, eGFR, Kreatinin, Curcuma Xanthorrhiza
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 08 Jul 2025 06:56
Last Modified: 08 Jul 2025 06:56
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34087

Actions (login required)

View Item View Item