Kusumawardani, Rana Badria and Hasfi, Nurul (2025) REDEFINISI STANDAR KECANTIKAN MODERN : ANALISIS SEMIOTIKA PADA IKLAN “UNDEFINABLE” BRAND VICTORIA’S SECRET. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.
|
Text
Cover (20).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (588kB) |
|
|
Text
BAB 1 (15).pdf - Submitted Version Download (567kB) |
|
|
Text
BAB 2 (15).pdf - Submitted Version Download (275kB) |
|
|
Text
BAB 3 (16).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (881kB) |
|
|
Text
BAB 4 (16).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (213kB) |
|
|
Text
BAB 5 (7).pdf - Submitted Version Download (123kB) |
|
|
Text
Daftar pustaka (18).pdf - Submitted Version Download (196kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (18).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (805kB) |
Abstract
Standar kecantikan modern yang dikonstruksi melalui media dan industri
fashion sering kali menciptakan tekanan terhadap perempuan untuk menyesuaikan
diri dengan citra tubuh ideal yang sempit yaitu hanya seputar langsing, muda, dan
berkulit cerah. Dalam konteks meningkatnya kesadaran akan keberagaman,
kampanye Undefinable dari Victoria’s Secret hadir dengan narasi redefinisi
kecantikan yang diklaim lebih inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana representasi visual dan simbolik dalam kampanye tersebut membentuk
ulang makna kecantikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode analisis semiotika berdasarkan teori John Fiske, yang mencakup
tiga level pengkodean: realitas, representasi, dan ideologi. Objek yang diteliti
adalah video kampanye yang diunggah di media sosial Instagram oleh Victoria’s
Secret.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye ini menampilkan
model dari berbagai ras, bentuk tubuh, usia, serta identitas gender, dengan
penggunaan teknik visual seperti close-up, pencahayaan natural, serta ekspresi dan
gestur yang menggambarkan kepercayaan diri dan penerimaan diri. Musik dan
suara digunakan untuk menegaskan narasi keberagaman. Kampanye Undefinable
tidak sepenuhnya merepresentasikan redefinisi kecantikan yang bebas dari
dominasi. Inklusivitas yang ditampilkan justru dapat dibaca sebagai bentuk
simbolik yang melayani kepentingan komersial, alih-alih menjadi wujud dari
keadilan representasional yang sejati. Alih-alih membongkar struktur dominan,
representasi inklusivitas ini justru berfungsi sebagai strategi citra merek yang aman
secara komersial.
Hasil akhir penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa kampanye
Undefinable memang menghadirkan wacana kecantikan yang lebih inklusif, tetapi
masih berada dalam batas dominasi ideologis yang belum sepenuhnya
memberdayakan. Oleh karena itu, saran teoritis dari penelitian ini adalah
memperluas pendekatan kajian dengan menggabungkan analisis wacana atau teori
representasi untuk menangkap dimensi ideologis secara lebih menyeluruh.
Kata kunci: kecantikan, semiotika, representasi, Victoria’s Secret
179 ilmu komunikasi 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 09:06 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 09:06 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34030 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
