Budiyati, Kania Wijaya and Sunarto, Sunarto (2025) KOMUNIKASI TRANSFORMATIF RIFKA ANNISA WOMEN’S CRISIS CENTER DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG ADIL GENDER. Undergraduate thesis, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
COVER (1).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (465kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf - Submitted Version Download (329kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf - Submitted Version Download (291kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (103kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf - Submitted Version Download (19kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf - Submitted Version Download (151kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (2).pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Ketidaksetaraan gender masih menjadi persoalan struktural yang mengakar dalam
masyarakat Indonesia, tercermin dari tingginya angka kekerasan terhadap
perempuan, ketimpangan akses terhadap sumber daya, serta dominasi nilai
patriarkal dalam relasi sosial. Di tengah kondisi tersebut, Rifka Annisa Women's
Crisis Center hadir sebagai lembaga yang memanfaatkan komunikasi transformatif
untuk membentuk masyarakat yang adil gender. Penelitian ini bertujuan memahami
dan mendeskripsikan upaya Rifka Annisa dalam mewujudkan masyarakat yang adil
gender. Penelitian ini berisifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan desain
etnografi kritis. Teori yang digunakan adalah Teori Strukturasi Gender, dengan
teknik analisis data model Spradley mencakup analisis domain, taksonomi,
komponensial, dan tema.
Hasil penelitian menunjukkan budaya transformatif gender merupakan inti
dari kelembagaan Rifka Annisa, yang lahir dari interaksi antara produksi dan
reproduksi sistem gender. Pada tahap produksi, lembaga ini secara reflektif
merumuskan seperangkat norma kelembagaan seperti visi transformatif, kerangka
kerja ekologis, penggunaan bahasa yang inklusif, pelibatan laki-laki dalam
advokasi, prinsip kerahasiaan dan etika komunikasi, serta kepemimpinan
perempuan. Norma ini juga didukung melalui pemanfaatan aturan (rules) dan
sumber daya (resources) yang bersifat otoritatif dan alokatif, seperti kerja sama
dengan pemerintah dan lembaga mitra, pemanfaatan media sosial, dan pengelolaan
sumber dana alternatif. Pada tahap reproduksi, nilai dan pengetahuan yang telah
dibentuk dilanggengkan melalui pendidikan kritis, kader komunitas, serta
monitoring partisipatif. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi
penerima manfaat, tetapi juga turut berperan sebagai agen perubahan yang
memperkuat nilai kesetaraan secara mandiri dan kolektif. Meskipun demikian,
proses ini tidak lepas dari berbagai hambatan seperti resistensi budaya patriarki,
keterbatasan sumber daya manusia dan dana, serta tantangan dalam kerja sama
lintas sektor yang kemudian diatasi melalui strategi intervensi yang bertahap dan
kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun perubahan struktur
sosial tidak bisa dicapai secara instan, namun upaya Rifka Annisa dalam
menegosiasikan nilai, kuasa, dan sumber daya secara konsisten mencerminkan
proses transformasi sosial yang terus berlangsung.
Kata kunci: Budaya transformatif gender, produksi sistem gender, reproduksi
sistem gender, resistensi patriarki, intervensi bertahap.
No. 180 Ilmu Komunikasi 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Communication |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 08:50 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 08:50 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/34023 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
