Search for collections on Undip Repository

Perbandingan Lama Rawat Inap Antara Manajemen Non-Operatif dan Operatif pada Pasien dengan Ileus Obstruksi Parsial di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang Periode Januari 2024-Desember 2024

Aryani, Prathita Amanda and Mughni, Abdul (2025) Perbandingan Lama Rawat Inap Antara Manajemen Non-Operatif dan Operatif pada Pasien dengan Ileus Obstruksi Parsial di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang Periode Januari 2024-Desember 2024. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of PRATHITA AMANDA-22040121320009-TESIS-ABSTRAK] Text (PRATHITA AMANDA-22040121320009-TESIS-ABSTRAK)
PRATHITA AMANDA-22040121320009-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (100kB)

Abstract

Latar Belakang: Obstruksi usus halus (SBO) merupakan manifestasi klinis dalam bidang bedah yang paling sering, yang mencakup setidaknya 12% dari rawat inap bedah dan lebih dari 300.000 operasi setiap tahunnya. Adhesi pada pasien dengan riwayat operasi perut merupakan penyebab obstruksi yang paling sering, diikuti oleh hernia dan neoplasma.1 Penelitian terbaru telah melaporkan kejadian adhesi yang signifikan pada pasien dengan obstruksi usus halus (ASBO) meskipun tidak ada atau operasi perut sebelumnya.2 Pasien dengan SBO umumnya datang dengan nyeri perut kolik, mual, muntah, dan ketidakmampuan untuk mengeluarkan flatus atau tinja.3 Dalam dekade terakhir, terjadi pergeseran paradigma dalam pengobatan pasien SBO yang dikelola secara non-operatif.4 Lamanya rawat inap dan morbiditas tergantung pada kebutuhan intervensi bedah.5 Metode: Penelitian observasional analitik retrospektif dengan desain cross-sectional dilakukan di RSUP Dr. Kariadi dari Januari hingga Desember 2024. Hasil: Sebanyak 167 pasien dengan kriteria inklusi. Rata-rata lama rawat inap (LOS) untuk pasien yang menjalani intervensi bedah adalah 13,2 hari, sedangkan yang ditangani secara konservatif memiliki rata-rata LOS 7,74 hari. Kesimpulan: Penatalaksanaan non-operatif telah terbukti efektif pada pasien yang secara klinis stabil yang mengalami obstruksi usus halus parsial tanpa operasi perut sebelumnya dan dikaitkan dengan lama rawat inap yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan intervensi bedah. Namun, ini hanya tepat jika tidak ada tanda-tanda klinis yang menunjukkan strangulasi, iskemia usus, atau peritonitis.
Kata kunci: obstruksi usus halus parsial, lama rawat inap, bedah, konservatif.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: obstruksi usus halus parsial, lama rawat inap, bedah, konservatif
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 03 Jul 2025 03:16
Last Modified: 03 Jul 2025 03:16
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33865

Actions (login required)

View Item View Item