Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Moderate Continuous Training (MCT) Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai dan VO2 Max Atlet Basket Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Ramadhani, Moch Rifki and Adyaksa, Gana and Supatmo, Yuswo and KUMAIDAH, ENDANG (2025) Pengaruh Moderate Continuous Training (MCT) Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai dan VO2 Max Atlet Basket Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Abstrak KTI Moch Rifki Ramadhani] Text (Abstrak KTI Moch Rifki Ramadhani)
Abstrak Indonesia Moch Rifki Ramadhani.pdf

Download (178kB)

Abstract

Latar Belakang: Olahraga basket merupakan olahraga dengan rasio cedera muskoloskeletal yang tergolong tinggi. Salah satu cara yang dapat diakukan agar kondisi tetap bugar dan meminimalisir cedera adalah dengan penerapan program latihan dengan memperhatikan intensitas latihan. Terdapat beberapa program latihan yang memperhatikan aspek intensitas beban kerja seperti High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Continuous Training (MCT). Moderate Continuous Training (MCT) adalah salah satu program latihan yang teruji memiliki kapasitas beban kerja latihan yang tidak terlalu berat namun bisa meningkatkan tingkat kebugaran sehingga sesuai dengan tujuan pemulihan kondisi atlet. Program latihan ini dilakukan secara kontinu dengan durasi panjang dan intensitas moderate yang berkisar 65-75% dari Maximum Heart Rate (HR Max). Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada atlet untuk melihat kondisi fisik atlet semakin berkembang atau tidak selama menjalani program latihan tersebut antara lain komponen daya ledak otot dan VO2 Max. Daya ledak otot memiliki peran penting bagi atlet basket untuk bisa mendominasi segi permainan dari sisi pertahanan dan penyerangan seperti saat melakukan gerakan rebound dan shooting. Sedangkan VO2 Max berperan penting untuk endurance agar atlet basket bisa bermain secara konsisten dari awal hingga akhir pertandingan, VO2 Max juga merupakan indikator utama untuk menilai daya tahan kardiorespirasi. Pengukuran daya ledak otot tungkai dapat dilakukan dengan uji vertical jump (Sargent Test) dan VO2 Max dengan multistage fitness test. Penelitian di Indonesia mengenai pengaruh MCT masih jarang ditemui, terutama pengaruh MCT terhadap daya ledak otot tungkai dan VO2 Max pada atlet basket. Maka peneliti tertarik untuk menyusun penelitian mengenai hal tersebut. Tujuan: Melalui penelitian ini diharapkan dapat menemukan korelasi dan manfaat MCT terhadap daya ledak otot tungkai dan VO2 Max. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan peneliti quasi experimental dengan metode pre-test dan post- test control group, yang menggunakan atlet basket FK Universitas Diponegoro sebagai sampel penelitian, dengan 1 kelompok perlakuan (12 sampel) dan 1 kelompok kontrol (12 sampel) yang pemilihan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil: Nilai VO2 Max pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan dengan p=0,001 (p<0,05) antara pre-test dan post-test. Pengukuran daya ledak otot tungkai menggunakan vertical jump menunjukkan perbedaan bermakna antara pre-test dan post-test pada kedua kelompok dengan kelompok perlakuan dengan p=0,001 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat peningkatan nilai daya ledak otot tungkai dan nilai VO2 Max pada atlet basket sesudah melakukan program latihan moderate continuous training (MCT).
Kata kunci: Moderate continous training, MCT, daya ledak otot tungkai, vertical jump, VO2 Max, atlet basket

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Moderate continous training, MCT, daya ledak otot tungkai, vertical jump, VO2 Max, atlet basket
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 30 Jun 2025 03:45
Last Modified: 30 Jun 2025 03:45
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33786

Actions (login required)

View Item View Item