Search for collections on Undip Repository

IMPLEMENTASI REGULASI KEAMANAN SIBER INTERNATIONAL CIVIL AVIATION ORGANIZATION (ICAO) DALAM INDUSTRI PENERBANGAN: PERSPEKTIF HUKUM AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA. _018 HI 2025

MAHESWARI, BALADIVA KEYSHA and Roisah, Kholis and Prabandari, Adya Paramita (2025) IMPLEMENTASI REGULASI KEAMANAN SIBER INTERNATIONAL CIVIL AVIATION ORGANIZATION (ICAO) DALAM INDUSTRI PENERBANGAN: PERSPEKTIF HUKUM AMERIKA SERIKAT DAN INDONESIA. _018 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Baladiva Keysha M_cover.pdf] Text
Baladiva Keysha M_cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[thumbnail of Baladiva Keysha M_abstrak.pdf] Text
Baladiva Keysha M_abstrak.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of Baladiva Keysha M_bab 1.pdf] Text
Baladiva Keysha M_bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (347kB)
[thumbnail of Baladiva Keysha M_bab 2.pdf] Text
Baladiva Keysha M_bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (439kB)
[thumbnail of Baladiva Keysha M_bab 3.pdf] Text
Baladiva Keysha M_bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (512kB)
[thumbnail of Baladiva Keysha M_bab 4.pdf] Text
Baladiva Keysha M_bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (128kB)
[thumbnail of Baladiva Keysha M_dapus.pdf] Text
Baladiva Keysha M_dapus.pdf

Download (172kB)

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merevolusi sistem penerbangan sipil global, namun juga meningkatkan kerentanan terhadap serangan siber yang berpotensi mengganggu keselamatan dan keamanan penerbangan. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menanggapi isu ini dengan menetapkan standar dan rekomendasi melalui Annex 17 (Security: Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference) Chapter 4.9 (Measures Relating to Cyber Threats) meliputi beberapa indikator penerbangan, antara lain penilaian risiko siber, identifikasi sistem atau data teknologi informasi dan komunikasi, mendeteksi dan merespon ancaman siber, serta perlindungan sistem dan data dari gangguan yang melanggar hukum. Kemudian, terdapat berbagai panduan teknis yang menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antarnegara dan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji regulasi keamanan siber penerbangan sesuai standar keamanan ICAO, serta menganalisis implementasinya dari perspektif hukum di Amerika Serikat dan Indonesia. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian dilakukan secara deskriptif analitis terhadap regulasi yang relevan. Pengolahan data primer dan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan literatur hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, 1) ICAO telah mengeluarkan SARPs yang harus diadopsi oleh negara anggotanya beserta panduan untuk membantu negara anggota dalam menerapkan SARPs tersebut. 2) Amerika Serikat mengembangkan kerangka keamanan siber melalui lembaga federal seperti FAA dan TSA meskipun belum memiliki undang-undang khusus. Sedangkan, Indonesia cenderung mengharmonisasi regulasinya dengan Annex 17 ICAO melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 9 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Nasional dan penguatan kolaborasi institusional, seperti pembentukan Indonesia Aviation Sector Computer Security Incident Response Team (IAS–CSIRT) bersama BSSN.
Kata Kunci: keamanan siber, penerbangan sipil, ICAO, hukum udara, Amerika Serikat, Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: keamanan siber, penerbangan sipil, ICAO, hukum udara, Amerika Serikat, Indonesia
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 26 Jun 2025 07:10
Last Modified: 21 Aug 2025 02:57
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33718

Actions (login required)

View Item View Item