Search for collections on Undip Repository

PELANGGARAN HUKUM HUMANITER OLEH AMERIKA SERIKAT DALAM TEWASNYA TAHANAN DI BAGRAM, AFGHANISTAN. _016 HI 2025

ABDILLAH, RAFI FAUZAN and Setiyono, Joko and Farida, Elfia (2025) PELANGGARAN HUKUM HUMANITER OLEH AMERIKA SERIKAT DALAM TEWASNYA TAHANAN DI BAGRAM, AFGHANISTAN. _016 HI 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Rafi Fauzan Abdillah_cover.pdf] Text
Rafi Fauzan Abdillah_cover.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (582kB)
[thumbnail of Rafi Fauzan Abdillah_abstrak.pdf] Text
Rafi Fauzan Abdillah_abstrak.pdf

Download (11kB)
[thumbnail of Rafi Fauzan Abdillah_bab 1.pdf] Text
Rafi Fauzan Abdillah_bab 1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (195kB)
[thumbnail of Rafi Fauzan Abdillah_bab 2.pdf] Text
Rafi Fauzan Abdillah_bab 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (180kB)
[thumbnail of Rafi Fauzan Abdillah_bab 3.pdf] Text
Rafi Fauzan Abdillah_bab 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (283kB)
[thumbnail of Rafi Fauzan Abdillah_bab 4.pdf] Text
Rafi Fauzan Abdillah_bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (11kB)
[thumbnail of Rafi Fauzan Abdillah_dapus.pdf] Text
Rafi Fauzan Abdillah_dapus.pdf

Download (165kB)

Abstract

Perang, atau juga dikenal dengan konflik bersenjata, adalah suatu permusuhan bersenjata antara dua atau lebih negara, yang dilakukan oleh angkatan bersenjata masing-masing negara, dan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum internasional. Perang adalah cara menyatakan diri manusia yang paling alamiah, sedangkan perdamaian hanyalah keadaan saat ada hal yang mampu mencegah terjadinya perang. Manusia mencegah perang, memelihara perdamaian, atau untuk meminimalisasi kerusakan dan penderitaan yang disebabkan perang menggunakan perjanjian limitasi operasi perang dan tata cara berperang. Lahirnya Hukum Humaniter Internasional dan Berakhirnya Perang Dunia II menghasilkan Konvensi Jenewa yang mengatur tata cara berperang dan perlindungan-perlindungan terkait. Meskipun demikian, terdapat berbagai indikasi pelanggaran hukum humaniter berupa penyiksaan dan perbuatan kejam lainnya yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam tewasnya tahanan di Bagram Afghanistan.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai apa saja faktor-faktor yang menyebabkan Amerika Serikat dengan sengaja melanggar ketentuan hukum humaniter internasional dan ketentuan apakah yang dapat diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian doktrinal yang diperkuat validasinya dengan hasil penelitian empiris dari sumber sekunder dengan pendekatan historis dan undang-undang terkait. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa instrumen hukum humaniter internasional, buku, jurnal, laman internet dan berita. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dalam menyusun dan memproses data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amerika Serikat melanggar hukum humaniter internasional karena beberapa faktor, termasuk pertahanan dan keamanan, politik, serta sosial. Penyiksaan yang dilakukan di Penjara Bagram menyebabkan tewasnya dua tahanan, Habibullah dan Dilawar, serta pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa III. Pelanggaran ini dapat dipertanggungjawabkan secara pidana di pengadilan nasional sebagaimanadiatur dalam Pasal 129 Konvensi Jenewa III, dan hanya dapat dibawa ke ICC apabila mendapatkan rujukan dari Dewan Keamanan PBB sesuai Pasal 13 (b) Statuta Roma. Individu yang terlibat langsung dan terlibat berdasarkan asas command responsibility dapat diadili melalui Pengadilan Nasional Amerika Serikat menurut Konvensi Jenewa III.
Kata kunci: Pelanggaran hukum humaniter; penyiksaan; tahanan perang

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pelanggaran hukum humaniter; penyiksaan; tahanan perang
Subjects: Law
Divisions: Faculty of Law > Department of Law
Depositing User: Perpus FH
Date Deposited: 26 Jun 2025 02:55
Last Modified: 13 Aug 2025 02:32
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33667

Actions (login required)

View Item View Item