Al Fatihani, Alena and Astrika, Lusia (2025) Budaya Matrilineal dan Keterwakilan Perempuan dalam Legislatif Sumatera Barat 2024. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK.
|
Text
Cover 2.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (416kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf - Submitted Version Download (358kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf - Submitted Version Download (403kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf - Submitted Version Restricted to Repository staff only Download (325kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf - Submitted Version Download (11kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version Download (140kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji hubungan antara budaya matrilineal dan
keterwakilan perempuan dalam lembaga legislatif di Sumatera Barat pada Pemilu
2024. Sumatera Barat dikenal sebagai daerah yang menganut sistem budaya
matrilineal, di mana garis keturunan dan kepemilikan harta diwariskan melalui
pihak ibu. Secara teoritis, sistem ini dianggap memberikan ruang strategis bagi
perempuan dalam struktur sosial. Namun, dalam kenyataannya, partisipasi dan
keterwakilan perempuan dalam ranah politik formal, khususnya di legislatif,
masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara kritis
apakah nilai-nilai budaya matrilineal berpengaruh terhadap tingginya atau
rendahnya representasi politik perempuan di daerah tersebut. Metode yang
digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa
studi pustaka, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap hasil pemilu serta
kebijakan afirmasi politik perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
meskipun budaya matrilineal masih kuat mengakar dalam kehidupan sosial
masyarakat Minangkabau, nilai-nilainya tidak secara otomatis terkonversi ke
dalam ranah politik. Perempuan tetap menghadapi berbagai hambatan struktural
dan kultural, termasuk dominasi elite politik laki-laki bentuk pergerakan
perempuan tidak lepas dari pengaruh laki-laki, serta sulitnya perempuan untuk
maju ke politik tanpa membawa nama besar tokoh politik laki - laki, pendidikan
politik yang tidak mumpuni bagi perempuan, dan besarnya biaya politik,
mekanisme partai yang tidak berpihak, serta lemahnya pelaksanaan. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa budaya matrilineal tidak menjadi faktor
determinan dalam meningkatkan keterwakilan perempuan di legislatif Sumatera
Barat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memanfaatkan nilai budaya
matrilineal sebagai pendukung narasi politik perempuan, meskipun bukan sebagai
faktor penentu. Selain itu, penting dilakukan peningkatan literasi politik gender di
tengah masyarakat guna membentuk persepsi yang lebih inklusif terhadap peran
dan kepemimpinan perempuan di ruang politik.
Kata kunci : Budaya Matrilineal, Partisipasi Politik Perempuan, Keterwakilan
Perempuan
102 Ilmu Pemerintahan 2025
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Social Science and Political Science |
| Divisions: | Faculty of Social and Political Sciences > Department of Government Science |
| Depositing User: | diana nirwani |
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 01:16 |
| Last Modified: | 26 Jun 2025 01:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/33662 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
